BENGKULU –
**Borneonews - Kota Bengkulu**, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Bengkulu telah menyampaikan bahwa sejak awal tahun hingga bulan Agustus 2024, pihaknya telah menyalurkan sejumlah 9.789 alat kontrasepsi kepada masyarakat. Dari total tersebut, sebayak 2.789 unit yang disalurkan terdiri dari berbagai jenis, yaitu 250 *Intrauterine Device* (IUD), 122 kotak kondom, 1.940 suntik, 7.200 butir pil, dan 277 implan. Penyaluran ini merupakan bagian dari upaya untuk mengendalikan kesejahteraan masyarakat. Kepala DP3AP2KB Kota Bengkulu, Dewi Dharma, menekankan pentingnya kerjasama dengan mitra untuk mencapai tujuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa distribusi alat kontrasepsi kepada pasangan suami istri sangat penting dalam mewujudkan visi Kota Bengkulu sebagai daerah yang sejahtera. DP3AP2KB berkolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki tujuan serupa, yaitu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan mengedepankan pola keluarga yang memiliki dua anak berkualitas. Distribusi ribuan alat kontrasepsi ini difokuskan pada 15 fasilitas kesehatan yang tersebar di Kota Bengkulu, meliputi klinik swasta, puskesmas, sampai rumah sakit yang dikelola oleh pemerintah setempat. Dewi juga mengingatkan bahwa populasi yang terlalu besar dapat berdampak negatif pada kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, jika tingkat pertumbuhan penduduk melebihi kapasitas, terutama di kalangan masyarakat ekonomi menengah ke bawah, pengeluaran untuk keluarga akan semakin meningkat. "Apabila setiap keluarga membesarkan dua anak yang berkualitas, maka taraf hidup masyarakat dapat lebih terjaga. Kami memang memfokuskan perhatian pada masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah. Bagi keluarga yang memiliki pendapatan lebih tinggi, kehadiran lebih dari dua anak tidak akan mengganggu kesejahteraan mereka," ungkap Dewi. ANTARA