JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sedang menjalin kerja sama dengan sebuah perusahaan berbasis teknologi yang bergerak di sektor pariwisata. Tujuan utama dari kolaborasi ini adalah untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan domestik ke desa-desa wisata di Tanah Air. Dwi Marhen Yono, selaku Direktur Pemasaran Pariwisata Domestik kementerian, menyatakan pada hari Minggu bahwa kerja sama ini mendukung program *Proud to Travel in Indonesia (BBWI)*, yang menargetkan sebanyak 1,25 hingga 1,5 miliar perjalanan wisata domestik pada tahun 2024. Diharapkan, kolaborasi ini tidak hanya dapat meningkatkan penjualan paket wisata desa, tetapi juga mengoptimalkan pemasaran digital desa-desa wisata yang ada di Indonesia. Melalui kerja sama ini, pihak kementerian juga ingin menarik minat masyarakat untuk berwisata ke berbagai destinasi dalam negeri, khususnya desa wisata, sekaligus memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional. Beberapa aktivitas pemasaran telah dilaksanakan dalam rangka kerja sama ini, termasuk *famtrip* di Destinasi Pariwisata Super Prioritas Borobudur serta promosi paket wisata desa melalui program "Ayo ke Desa". Kegiatan *famtrip* di kawasan Borobudur dilangsungkan pada tanggal 27 hingga 29 Agustus 2024, yang diikuti oleh berbagai konten kreator, media, operator tur, dan agen perjalanan. Selain itu, para peserta juga terlibat dalam aktivitas di Borobudur Trail of Civilization (BToC). Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan sinergi di antara semua pemangku kepentingan dalam pengembangan dan pemasaran Borobudur sebagai destinasi pariwisata super prioritas. Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, saat mengunjungi Desa Wisata Les di Buleleng, Bali pada hari Sabtu (31 Agustus), menegaskan bahwa desa wisata akan terus berkontribusi pada pengembangan ekonomi nasional di masa depan. "Desa wisata telah menjadi andalan kami. Membangun desa adalah cara kami untuk menjaga kejayaan Indonesia, karena bukan Indonesia yang membangun desa, tetapi desa yang membangun Indonesia," ujar Uno sesuai dengan pernyataan resmi kementerian. ANTARA