JAKARTA –
**Borneonews - Badung**, Forum Tingkat Tinggi Kemitraan Multipihak atau *High-Level Forum on Multi-Stakeholder Partnerships* (HLF MSP) 2024 bertujuan untuk menemukan solusi bagi tiga masalah global yang signifikan. Deputi Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Kementerian PPN/Bappenas, Bogat Widyatmoko, dalam konferensi pers yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, menjelaskan bahwa ketiga masalah tersebut meliputi kerja sama antar negara, kesejahteraan dan keberlanjutan, serta arsitektur keuangan. Mengenai tema kerja sama, Bogat mengemukakan pentingnya adanya transformasi dalam kolaborasi di antara negara-negara Selatan global (*global South*). "Kami percaya bahwa kerja sama ini perlu diubah untuk menjadi lebih efektif dan responsif terhadap perkembangan zaman yang terus berubah. Inilah yang akan kami dorong, bukan sekadar kerja sama yang berjalan seperti biasa," ujarnya. Selanjutnya, Bogat menekankan bahwa kesejahteraan dan keberlanjutan harus menjadi inti dari pembangunan global. Ia berpendapat bahwa pemanfaatan sumber daya ekonomi yang tidak terukur dapat menjadi penyebab munculnya krisis. Sebagai alternatif untuk meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan, ia mengusulkan konsep *ekonomi biru*. Menurutnya, Indonesia telah memiliki pengalaman yang cukup di bidang ini, di mana peta jalan (*road map*) ekonomi biru Indonesia telah dijadikan acuan oleh negara-negara ASEAN. Di sisi lain, Bogat juga menggarisbawahi bahwa arsitektur keuangan global saat ini cenderung tidak berpihak kepada negara-negara Selatan. Oleh karena itu, HLF MSP 2024 akan berupaya merumuskan skema pembiayaan yang inovatif untuk negara-negara tersebut, sehingga mereka tidak terhambat dalam mengakses sumber keuangan yang diperlukan. "Kami berharap ketiga tema ini dapat bermanfaat dan menjadi platform bagi kerjasama internasional," tambahnya. HLF MSP 2024 mengangkat tema "Strengthening Multi-Stakeholder Partnerships: Towards a Transformative Change". Acara ini akan diisi dengan berbagai sesi penting, termasuk Joint Leaders Session Indonesia-Afrika (IAF) serta High-Level Plenary Session yang akan berlangsung pada hari kedua forum ini. Selain sesi utama, HLF MSP 2024 juga akan menghadirkan 12 *parallel events* dan 17 *side events* yang dilaksanakan hingga 3 September 2024 di Bali International Convention Center, Nusa Dua. Banyak topik terkait pembangunan berkelanjutan akan dibahas, termasuk strategi untuk memperkuat kerja sama lintas sektor dan lintas negara dalam menghadapi tantangan global. Dengan pelaksanaan HLF MSP 2024 di Bali, diharapkan acara ini dapat menjadi platform yang fungsional untuk mendukung dialog kebijakan dan memperkuat komitmen global dalam mencapai pembangunan berkelanjutan. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan dari seluruh penjuru dunia diharapkan memberikan dampak positif bagi Indonesia dalam mendorong perubahan yang lebih inklusif dan berkelanjutan di tingkat internasional. ANTARA