BORNEONEWS, Kasongan - Pasca musibah kebakaran yang terjadi di SPBU Kereng Pangi Kabupaten Katingan, kini SPBU tersebut tidak operasi.
Menurut pantauan Borneonews, Kamis (14/7/2016) , SPBU Kereng Pangi itu tampak sepi. Dua pintu masuk menuju SPBU itupun terlihat masih ditutup pagar, dan digembok.
Beberapa pekerja maupun karyawan SPBU terlihat memperbaiki salah satu boks pengisian BBM yang terbakar.
Mereka juga tampak mengecat plafon SPBU yang terlihat hitam akibat kepulan asap. Pun demikian sejumlah bangunan tangga SPBU terlihat dipasangi plester warna merah untuk menghilangkan warna hitam bekas kobaran api sesuai warna cat merah sebelumnya.
Saat dikonfirmasi, sejumlah karyawan yang ada mengaku jika pemilik/pengelola SPBU Kereng Pangi ini tengah berada di Sampit.
"Orangnya (pengelola SPBU) masih berada di Sampit," kata salah seorang pegawai SPBU itu.
Saat dianya kapan SPBU akan kembali beroperasi, mereka menjawab menunggu instruksi. "Kita tidak tahu kapan akan buka lagi. Yang jelas kami menunggu instruksi," ujar karyawan SPBU itu.
Menurut informasi yang diperoleh Borneonews jika sejauh ini tidak jarang pelangsir BBM, baik solar maupun premium, yang menyesaki SPBU ini, terutama saat tengah hari hingga malam.
Para pelangsir BBM ini tidak lagi menggunakan tangki kendaraan modifiasi, namun sudah terang-terangan menggunakan jeriken ukuran 35 liter, baik solar maupun bensin. (ABDUL GOFUR/m)








