BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Anggota Komunitas Ekraf Pariwisata TMPT Kabupaten Kapuas turut memeriahkan gelaran Askari Festival 2024 yang diselenggarakan oleh Rumah Pintar Taman Askari (Rumpin) di halaman Rumah Jabatan Bupati Kapuas.
Festival ini berlangsung dengan meriah dan diwarnai dengan berbagai kegiatan menarik, salah satunya adalah lapak bazar yang difasilitasi oleh Rumpin Taman Askari Kapuas.
Bazar ini menampilkan beragam produk kreatif dari anggota komunitas, mulai dari kerajinan tangan hingga kuliner tradisional dan modern.
Produk-produk yang ditawarkan mencakup kerajinan unik dari bahan lokal serta makanan tradisional seperti kue-kue khas Kapuas hingga makanan modern yang menggugah selera.
Ketua Komunitas Ekraf Pariwisata TMPT, Helfrid Nuah, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan acara ini.
--page
"Kami sangat bangga bisa berpartisipasi dalam Askari Festival 2024. Ini adalah kesempatan emas bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk memperkenalkan dan memasarkan produk mereka kepada masyarakat luas. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi wadah untuk mendukung ekonomi kreatif di Kabupaten Kapuas," ujarnya, Minggu, 1 September 2024.
Like Pris Dian Cahyaningtyas, selaku Koordinator Rumah Pintar Taman Askari, juga menekankan pentingnya acara ini dalam memajukan ekonomi lokal.
"Askari Festival tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana untuk memberdayakan masyarakat melalui ekonomi kreatif. Kami berusaha menyediakan platform bagi para pengrajin dan pelaku usaha kuliner agar mereka bisa menunjukkan hasil karya dan menarik perhatian masyarakat," jelasnya.
Partisipasi aktif dari komunitas Ekraf Pariwisata TMPT dalam festival ini diharapkan dapat meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap produk lokal serta mendukung perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayah Kapuas.
Askari Festival 2024, yang dipadati oleh berbagai acara seni, budaya, dan bazar, menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam merayakan kekayaan budaya serta mendukung perekonomian lokal. (DODI/j)









