**Borneonews - Badung,** Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri, Abdul Kadir Jailani, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi untuk memperluas kerja sama dengan negara-negara di Afrika terkait pengelolaan mineral kritis yang diperlukan dalam pembuatan baterai kendaraan listrik (*electric vehicle* / EV).
Dalam konferensi pers yang diselenggarakan di sela-sela Indonesia-Africa Forum (IAF) di Badung, Bali, Abdul Kadir menjelaskan pentingnya berbagai mineral kritis dalam menghasilkan baterai listrik. Ia menekankan bahwa kebutuhan akan mineral tersebut tidak hanya terbatas pada nikel, melainkan banyak mineral lain yang juga dibutuhkan. Negara-negara Afrika, lanjutnya, memiliki berbagai potensi mineral kritis yang dapat dimanfaatkan.
Abdul Kadir juga menyebutkan kerja sama yang telah terjalin antara MIND ID dan Tanzania dalam pengembangan litium. Kerja sama ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak dapat mengandalkan produksi mineral dari dalam negeri saja untuk memenuhi kebutuhan pembuatan baterai EV.
Kerja sama dalam sektor energi sangat krusial bagi kita, mengingat dalam proses transisi energi, Indonesia membutuhkan mineral kritis yang tidak selalu dapat dipenuhi oleh produksi dalam negeri, ujarnya.
Selain kekayaan mineral, Abdul Kadir juga menggarisbawahi potensi perdagangan yang dimiliki negara-negara Afrika. Ia mengevaluasi bahwa hubungan bisnis antara Indonesia dan Afrika masih tergolong rendah dan perlu adanya langkah konkret untuk memperkuat kerjasama di bidang ini.
Penting bagi Indonesia untuk melakukan *outreach*. Kita perlu merubah fokus, mengingat pasar Afrika merupakan *untapped potential* yang sudah saatnya dimanfaatkan secara maksimal, kata Abdul Kadir menambahkan.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengidentifikasi benua Afrika sebagai target pasar strategis untuk pengembangan industri baterai kendaraan listrik. Ia mengungkapkan bahwa populasi di Afrika diprediksi akan berlipat ganda pada tahun 2045, menjadikannya pasar yang signifikan.
Mengingat potensi tersebut, Indonesia berkomitmen untuk menggandeng negara-negara di Afrika dalam upaya expand industri kendaraan listrik, imbuh Luhut saat memberikan sambutan di acara International Battery Summit di Jakarta.
Luhut menuturkan bahwa ia telah melakukan kunjungan ke Afrika untuk menjalin komunikasi dan membangun jaringan terkait perkembangan industri kendaraan listrik. Menurutnya, Afrika memandang Indonesia sebagai mitra yang dapat membantu dalam berbagai aspek terkait kendaraan listrik.
Dengan semakin eratnya kolaborasi antara Indonesia dan negara-negara Afrika, diharapkan akan tercipta peluang baru yang saling menguntungkan untuk kedua belah pihak dalam pengembangan industri yang berkelanjutan.
ANTARA
Indonesia Perluas Kerja Sama dengan Afrika untuk Mineral Kritis Baterai EV
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Jaringan Peredaran Kayu Ilegal Didalami Pihak Kemenhut
Tokoh Lintas Agama Kalteng Tekankan Kebersamaan Hadapi Kemarau dan Karhutla
Flick Lawan Mourinho Serasa Superman vs Batman
Kepala DLH Palangka Raya Tinjau Langsung Pengelolaan Sampah di Dua Kecamatan
Polri Pantau Kawasan Konservasi Perkuat Perlindungan Orang Utan
Bupati Kobar Bermalam di TNTP Pantau Pemadaman Karhutla dan Kebutuhan Relawan
Komentar (0)
Memuat komentar…







