PALEMBANG –
**Borneonews - Baturaja**, Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) di Sumatra Selatan tengah menjalankan program imunisasi polio dengan pendekatan jemput bola. Langkah ini diambil untuk memastikan imunisasi polio dapat menjangkau anak-anak di pelosok desa secara gratis. Muhammad Yunius, Subkoordinator Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan OKU, menjelaskan bahwa strategi jemput bola dilakukan guna mengejar target pemberian imunisasi polio tahap kedua yang hingga kini belum sepenuhnya tercapai. Hingga saat ini, data menunjukkan bahwa vaksinasi polio tahap kedua baru menyasar 92,8 persen atau sebanyak 49.753 anak dari total 53.603 target sasaran. Yunius menyampaikan kekhawatirannya terhadap angka pencapaian imunisasi yang masih di bawah target nasional sebesar 95 persen untuk seluruh kabupaten/kota di wilayah Sumatra Selatan. Dengan informasi tersebut, pihak Dinkes berkomitmen menggerakkan tenaga kesehatan dari seluruh puskesmas untuk turun langsung ke lapangan. Mereka akan berfokus pada desa-desa yang paling sulit dijangkau, agar imunisasi polio dapat diberikan kepada anak-anak berusia 0 hingga 7 tahun 11 bulan. Petugas kesehatan berupaya keras menjelajahi wilayah-wilayah terpencil menggunakan kendaraan roda dua. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa semua anak di Kabupaten OKU mendapatkan imunisasi yang diperlukan, sehingga mereka terlindungi dari risiko penyakit kelumpuhan. Yunius mengingatkan bahwa polio merupakan penyakit menular yang membawa konsekuensi serius, bisa menyebabkan kelumpuhan permanen pada penderitanya. Meskipun tidak ada kasus polio yang terdeteksi di Kabupaten OKU, langkah-preventif melalui program Imunisasi Nasional (PIN) sangat penting untuk memastikan daerah tersebut tetap bebas dari polio. "Kami menghimbau kepada masyarakat yang belum mendapatkan imunisasi polio untuk segera mendatangi tempat pelayanan kesehatan terdekat," tegas Yunius. Upaya ini sangat penting untuk menjaga kesehatan dan keselamatan anak-anak di daerah ini. ANTARA