**Borneonews - Baturaja**, Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) di Sumatra Selatan menginformasikan bahwa sebanyak 100 desa di wilayah tersebut telah berhasil menerapkan gerakan Stop Buang Air Besar Sembarangan (*SBS*). Hal ini menandai kemajuan yang signifikan di tengah upaya peningkatan kesehatan masyarakat.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan OKU, Afua Amuri, menyatakan bahwa dari total 157 desa yang ada di OKU, 100 desa telah melaksanakan program tersebut. Di dalam pendataan ini, mereka telah berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memiliki jamban pribadi untuk mencegah buang hajat sembarangan.
Afua menambahkan bahwa saat ini, pihaknya aktif menggelar sosialisasi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya memiliki jamban keluarga. Langkah ini diambil guna mencapai target 100 persen penerapan gerakan SBS di seluruh desa di Kabupaten OKU pada akhir tahun 2024.
Gerakan ini, menurut Afua, sangat penting untuk diterapkan sebagai respons terhadap instruksi dari pemerintah pusat, khususnya melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Penekanan khusus diberikan pada daerah-daerah yang dilalui sungai, di mana perilaku hidup bersih dan sehat perlu diutamakan untuk mencegah pembuangan hajat di tempat yang tidak semestinya, serta untuk menghindari berbagai penyebaran penyakit.
Dalam penjelasannya, Afua menyebutkan bahwa SBS bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Pendekatan ini mencakup penyediaan jamban keluarga serta akses terhadap sumber air bersih, sehingga terciptalah lingkungan hidup yang bebas dari potensi penyakit.
Masyarakat yang terlibat dalam gerakan ini juga diberikan edukasi mengenai bahaya membuang air besar di sembarang tempat, seperti di sungai. Pendidikan ini penting untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar, serta mencegah terjadinya penyebaran penyakit menular.
Menghentikan pembuangan air besar sembarangan juga berkontribusi untuk melindungi sumber air yang digunakan sebagai air baku. Dengan demikian, air tersebut dapat digunakan sebagai air minum yang aman untuk kebutuhan sehari-hari, tutup Afua Amuri.
ANTARA
Dinas Kesehatan OKU Targetkan 100 Persen Desa Terapkan SBS
Bagikan:

PALEMBANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







