BANTEN –
**Borneonews - Tangerang**, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, mengonfirmasi bahwa fasilitas kesehatan di daerah tersebut telah mempersiapkan diri untuk menangani kasus *Mpox* atau yang dikenal sebagai cacar monyet. Dalam pernyataannya, dr. Dini menjelaskan bahwa pihaknya siap melakukan proses *tracing* atau pelacakan apabila terdapat individu terinfeksi dalam satu unit rumah. Ini dilakukan untuk mencegah adanya penularan lebih lanjut dari virus tersebut. Ia menambahkan bahwa penyebaran *Mpox* dapat terjadi melalui kontak yang erat, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kontak fisik menjadi salah satu cara penularan yang utama, termasuk dalam interaksi seksual. Selain itu, penularan tidak langsung juga bisa terjadi melalui benda-benda yang terkontaminasi. Apabila seseorang telah terinfeksi atau terpapar *Mpox*, langkah selanjutnya adalah melakukan identifikasi kontak erat. Setelah itu, pemeriksaan laboratorium akan dilakukan untuk menentukan langkah tindak lanjut yang tepat sesuai dengan hasil pemeriksaan. Hingga saat ini, dr. Dini menginformasikan bahwa Kota Tangerang belum menemukan adanya kasus positif *Mpox*. Meskipun demikian, ia tetap mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat (*PHBS*). Dalam imbauannya, dr. Dini menekankan pentingnya masyarakat melakukan *PHBS* sebagai langkah awal pencegahan. Dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, diharapkan dapat mencegah penularan dan menghentikan penyebaran virus ini. "Pencegahan yang paling utama adalah bagaimana kita mencegah terjadinya infeksi dan memutus rantai penyebaran. Oleh karena itu, penerapan *PHBS* menjadi kunci dalam upaya pencegahan ini," pungkasnya. ANTARA