BORNEONEWS, Kasongan - Kasdam XII Tanjung Pura Brigadir Jendral (Brigjend) TNI Supriyadi dan rombongan, melakukan kunjungan ke Kabupaten Katingan guna meninjau beberapa lahan percetakan sawah.
Dalam kunjungan tersebut di antaranya di Kelurahan Pendahara Kecamatan Tewang Sanggalang Garing, dan Desa Tumbang Tanjung Kecamatan Pulau Malan.
Menurut Brigjend Supriyadi, jika tujuan meninjau proyek cetak sawah ini ingin melihat kemajuan pekerjaan di wilayah Kabupaten Katinga.
“Sebab pekerjaan ini berdasarkan MoU antara Kementerian Pertanian RI dengan Kepala Staf Angkatan Darat (AD),” kata Supriyadi, Rabu (13/7/2016).
Cetak sawah di daerah Kalimantan ini, termasuk Katingan, tidak bisa disamakan dengan daerah lain di Pulau Jawa. Di wilayah Kalimantan pada umumnya berlahan gambut.
"Meskipun hutannya tidak lebat tapi lahan banyak gambutnya. Sehingga proses pengerjaannya pun ada yang bisa cepat dan ada pula yang agak lama," katanya.
Kemudian, lanjutnya, yang berikutnya adalah masalah kebutuhan. Kebutuhan di desa ini misalnya hanya 50 hektare saja, maka dikerjakanlah sesuai kebutuhan masyarakat setempat, tidak harus 100 hekatare. Karena, kalau dikerjakan lebih dari 50 haktare, mungkin ada lahan yang tidak dimamfaatkan oleh masyarakat setempat, karena tenaganya hanya terbatas untuk bisa mengerjakan 50 hektare saja.
Oleh karena, lahan percetakan sawah ini programnya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Jika lahan percetakan sawah ini sudah selesai, ia mengimbau masyarakat setempat agar dapat memamfaatkannya secara maksimal.
Lebih jauh dia juga menjelaskan, proyek jangka panjang dan tidak hanya dibuka untuk satu atau dua tahun saja ini bisa dimamfaatkan untuk selama-lamanya. Ia berharap kepada seluruh rakyat Indonesia tidak lagi membeli atau mengimpor beras dari negara Vietnam atau dari Thailand dan dari negara-negara luar negeri lainnya.
"Tapi minimal kita rakyat Indonesia bisa memenuhi kebutuhan beras untuk negara kita sendiri dari hasil bercocok-tanam di lahan ini," katanya.
Namun demikian jika memang rakyat Indonesia bisa menghasilkan lebih atau surplus, menurutnya, akan lebih bagus lagi.
"Berarti rakyat kita Indonesia bersyukur. Itu berarti ke depannya Indonesia bisa berswasembada beras. Tapi, kalau kita mau jujur, Indonesia sebenarnya mampu kok untuk memenuhi kebutuhan beras di negara sendiri. Karena, lahan kita di Indonesia ini sangat luas untuk dimamfaatkan bercocok tanam,” imbuhnya. (ABDUL GOFUR/m)








