JAKARTA –
**Borneonews - Badung, Bali**, Forum Tingkat Tinggi tentang Kemitraan Multi-Pemangku Kepentingan (HLF MSP) yang dilaksanakan pada tanggal 1 hingga 3 September 2024, diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perekonomian lokal di Bali. Menurut Bogat Widyatmoko, Deputi Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), acara ini diperkirakan akan memberikan manfaat tidak hanya pada tingkat mikro tetapi juga pada tingkat makro ekonomi di Bali. Sekitar 1.275 peserta yang berasal dari 26 negara, termasuk perwakilan pemerintah, organisasi internasional, LSM, sektor swasta, akademisi, lembaga pemikir, bank multilateral, serta filantropi, akan turut menghadiri kegiatan akbar ini. Widyatmoko berharap forum ini mampu menarik lebih banyak pengunjung, baik dari dalam maupun luar negeri. Lebih lanjut ia menyatakan bahwa *HLF MSP* akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi lokal dengan meningkatkan permintaan untuk akomodasi, makanan dan minuman, layanan transportasi, serta destinasi wisata di Bali. Hal ini akan berkontribusi pada keberlanjutan ekonomi pulau dewata tersebut. Forum ini juga memiliki tujuan untuk mendorong berbagai kemitraan multi-pemangku kepentingan yang bertujuan memperkuat sumber daya ekonomi Indonesia di masa depan. Dalam rangka memperingati hari jadi ke-69 Konferensi Asia-Afrika tahun 1955, *HLF MSP* menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menampilkan kemajuan strategis dalam bidang ekonomi, sosial, dan lingkungan, sesuai dengan Visi Indonesia Emas serta Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045. Acara ini diharapkan dapat berfungsi sebagai platform strategis untuk mendiskusikan kolaborasi transformatif guna mengatasi tantangan global, termasuk kesenjangan dalam pembangunan. Dengan mengumpulkan pemangku kepentingan dari sektor pemerintah dan non-pemerintah, forum ini bertujuan untuk mencari solusi dan melakukan aksi kolektif terhadap isu-isu global. Widyatmoko menambahkan, jaringan antara para pelaku ekonomi domestik dan global diharapkan dapat memperkuat kolaborasi ekonomi yang lebih intensif di masa mendatang. ANTARA