BANJARMASIN –
**Borneonews - Tanah Laut**, Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian, baru-baru ini menyerahkan penghargaan kepada Penjabat Bupati Tanah Laut, Syamsir Rahman, dalam kategori Ekonomi Daerah untuk Provinsi dengan Fiskal Rendah. Penghargaan ini merupakan bagian dari Apresiasi Kinerja Penjabat Kepala Daerah Tahun 2024 yang bertujuan untuk menghargai para pejabat yang telah berhasil menjalankan tugas mereka dengan baik. Dalam pernyataannya setelah menerima penghargaan tersebut, Syamsir Rahman mengungkapkan rasa syukur dan menyatakan bahwa penghargaan ini didedikasikan untuk masyarakat Tanah Laut. Ia menekankan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerjasama yang solid antara pemerintah daerah dan semua pihak terkait. Menurutnya, penghargaan ini mencerminkan kinerja Pemkab Tanah Laut yang berupaya keras untuk masuk dalam 10 besar terbaik di Indonesia dalam beberapa bulan terakhir. Syamsir menambahkan bahwa penilaian dari dewan juri dilakukan dengan sangat objektif dan ketat, sehingga penghargaan ini menjadi bukti nyata diakui secara nasional. Dewan juri melakukan penilaian mendalam yang mencakup berbagai aspek penting, termasuk peningkatan pendapatan masyarakat, pengendalian harga barang kebutuhan pokok, serta kemampuan dalam menangani inflasi. Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, di bawah kepemimpinan Syamsir, berkomitmen untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Ia mengungkapkan optimisme mengenai potensi besar yang dimiliki daerah tersebut, termasuk dalam sektor kelautan, pertanian, dan perkebunan yang bisa dimanfaatkan secara maksimal. Syamsir juga menyatakan tekadnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memastikan ketersediaan sembilan bahan pokok yang terjangkau serta menjaga stabilitas harga. Ia percaya bahwa penghargaan yang diterima akan menjadi motivasi bagi Pemkab Tanah Laut untuk bekerja lebih keras dengan penuh dedikasi. Menurutnya, tantangan selanjutnya adalah meningkatkan kinerja untuk menaikkan pendapatan masyarakat, memperbaiki nilai tukar petani, serta menekan angka pengangguran seminimal mungkin. ANTARA