**Borneonews - Bukittinggi**, Anggota DPRD Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Ibra Yasser, secara resmi menyampaikan permintaan maaf setelah mengeluarkan perkataan yang dianggap menghina profesi wartawan. Pernyataan tersebut diucapkannya di hadapan umum ketika mendampingi bakal calon peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bukittinggi baru-baru ini.
Dalam penjelasannya, Ibra Yasser mengakui bahwa ucapan tersebut disampaikan dalam konteks bercanda, yang ternyata tidak tepat pada saat itu. Ia menyadari, bahwa momen pendaftaran kandidat adalah waktu yang sangat serius, dan pernyataan yang dilontarkannya telah menyakiti perasaan sejumlah jurnalis hadir. "Atas kejadian tersebut, saya mohon maaf," ungkapnya pada hari Minggu.
Sebelumnya, Ibra Yasser menyinggung profesi wartawan dengan kalimat "wartawan tamakan abuak" yang dapat diartikan sebagai wartawan yang termakan rambut. Ucapan tersebut terjadi saat konferensi pers pendaftaran pasangan calon wali kota dan wakil wali kota di KPU Bukittinggi pada Kamis, 29 Agustus. Pernyataan itu segera memicu reaksi negatif dari kalangan jurnalis, yang merasa terhina dan direndahkan. Mereka menilai kalimat tersebut bukan hanya meremehkan profesi mereka, tetapi juga provokatif.
Keterpurukan ini kian dalam ketika sejumlah wartawan menyatakan bahwa pernyataan Ibra Yasser mencerminkan kurangnya penghormatan terhadap fungsi media dalam sistem demokrasi. Dalam konteks ini, Ibra Yasser beserta Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bukittinggi secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada para jurnalis.
Ibra Yasser juga mengungkapkan penyesalan karena menyadari bahwa ucapannya tidak tepat. Ia menjelaskan bahwa maksud perkataan tersebut sama sekali tidak berniat untuk menghina, melainkan terlahir dari kebiasaan bercanda yang mungkin tidak pada tempatnya. Dalam pernyataan tersebut, Ibra Yasser menegaskan bahwa ia menghormati wartawan dan menyadari bahwa kariernya di Bukittinggi sangat dipengaruhi oleh dukungan dari media.
"Saya tidak bermaksud menyinggung teman-teman. Besarnya nama saya di Kota Bukittinggi tidak lepas dari kontribusi rekan-rekan wartawan dan media," tambahnya. Sebagai bentuk koreksi, Ibra Yasser berjanji untuk lebih berhati-hati dan serius dalam ucapannya di masa mendatang, terlebih dalam situasi yang membutuhkan keseriusan.
Permohonan maaf ini diharapkan dapat meredakan ketegangan yang sempat muncul antara Ibra Yasser dan jurnalis di Bukittinggi. Selain itu, PKS juga memberikan sanksi teguran keras kepada Ibra Yasser sebagai pengingat yang serius. Ketua DPRD Sementara dari PKS, Syaiful Effendi, menekankan bahwa hal ini merupakan langkah penting bagi semua pihak.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bukittinggi, Ikhwan Salim, mengingatkan bahwa insiden ini sepatutnya menjadi pelajaran bagi para pejabat publik untuk lebih berhati-hati dalam berkomunikasi, khususnya dalam interaksi dengan media. "Kami menerima permintaan maaf tersebut dengan catatan; jika terulang lagi, kami tidak akan memberikan toleransi. Siapa pun yang menghina wartawan akan menghadapi konsekuensi hukum," tegasnya.
Sikap wartawan di Bukittinggi dalam menanggapi peristiwa ini juga didukung oleh berbagai organisasi wartawan di Sumatera Barat, seperti Pewarta Foto Indonesia (PFI) dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI), yang terus berupaya menjaga martabat profesi ini.
ANTARA
Permintaan Maaf Anggota DPRD Bukittinggi ke Wartawan Usai Kontroversi
Bagikan:

PADANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Polres Bartim Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan Lewat Green Policing di Pasar
Fredy Setiawan Raih Perak Para Bulu Tangkis, Akui Kurang Puas
Kholidin/Noviera Melaju ke Final para Panahan Asian Para Games 2026
Gempa Tibet Tewaskan 16 Orang, 54 Lainnya Terluka
DPRD Kotim Dorong Anggaran Rp3,3 M untuk Laboratorium Lingkungan demi Optimalkan PAD
Leli/Osrita Raih Perunggu para Tenis Meja Ganda Putri WD10
Komentar (0)
Memuat komentar…







