**Borneonews - Jakarta**, Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan secara rutin melaksanakan pengecekan dan perawatan pada pompa yang terletak di bawah jalur utama. Aktivitas ini bertujuan untuk memastikan bahwa sistem pompa tersebut selalu dalam kondisi siap untuk beroperasi kapan saja.
Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan, Rifki Rismal, menjelaskan bahwa beliau melakukan pemeriksaan langsung terhadap beberapa lokasi, seperti Rumah Pompa Manggarai, Kuningan, Mampang Prapatan, Trunojoyo, Kebayoran Lama, Bungur, serta *underpass* Kartini pada hari Minggu yang lalu. Pengecekan ini penting dilakukan guna mengetahui kondisi pompa secara berkala.
Rifki menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari langkah-langkah preventif untuk menjamin infrastruktur siap dalam menghadapi musim hujan. Ia menekankan pentingnya tujuh rumah pompa di bawah jalan, yang termasuk dalam kategori besar, untuk dapat menangani potensi genangan air saat hujan lebat terjadi.
Dari sudut pandang teknis, pengecekan yang dilakukan juga bertujuan untuk mengevaluasi kondisi operasional masing-masing rumah pompa. Ini mencakup pemeriksaan terhadap ketersediaan sumber daya listrik, kesiapan mesin pompa, serta efektivitas sistem drainase di sekitar lokasi *underpass*.
Dengan memantau kondisi rumah pompa secara langsung, Rifki berharap dapat mengidentifikasi dan menangani setiap potensi masalah dengan segera. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat setempat.
Rifki juga mengingatkan kepada seluruh staf di Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan, baik yang menjabat sebagai kepala seksi maupun petugas lapangan, untuk selalu mengutamakan dan memastikan kesiapan infrastruktur serta perlengkapan lainnya. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya genangan air.
"Kami ingin masyarakat merasa aman dan nyaman, tanpa terganggu aktivitasnya meskipun dalam kondisi hujan," ungkapnya.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memberikan informasi bahwa kerugian ekonomi akibat banjir di DKI Jakarta mencapai Rp2,1 triliun setiap tahunnya. Oleh karena itu, perlunya upaya mitigasi untuk mengurangi dampak kerugian tersebut sangatlah penting.
BPBD DKI Jakarta juga telah mengerahkan sejumlah personel untuk memantau situasi banjir di setiap wilayah. Mereka berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI, Dinas Bina Marga DKI, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI.
Dalam upaya penanganan bencana, keseluruhan terdapat 267 personel yang tergabung dalam tim reaksi cepat (TRC) yang disebar di seluruh daerah rawan banjir di Jakarta.
ANTARA
Pengecekan Rutin Pompa di Jakarta Selatan Hadapi Musim Hujan
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Rumah Bruno Fernandes Dirampok saat MU Kalah 1-4 dari Como 1907
Kemenkes: Tujuh Kabupaten/Kota di Kalteng Masuk Kategori Udara Berbahaya
Truk Kontainer Tabrak Kios di Muara Selan Banjar, Dua Orang Luka
Pemerintah Salurkan Kredit Rp53 Triliun kepada 2,1 Juta Debitur
Realisasi KUR Tembus Rp260 Triliun hingga Oktober 2026
Pertamina Larang Pembelian Pertalite Berulang untuk Dijual Kembali
Komentar (0)
Memuat komentar…







