**Borneonews - Batam**, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menetapkan target untuk meraih 11 medali emas dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang akan berlangsung di Aceh dan Sumatera Utara. Ketua KONI Kepri, Usep Usep RS, menyampaikan harapan tersebut dalam sebuah pernyataan yang diterima pada hari Minggu.
Menurut Usep, cabang olahraga yang diharapkan dapat menyumbangkan medali emas bagi Kepri meliputi layar, biliar, dan triathlon. "Insya Allah, kami berharap bisa meraih antara 10 hingga 11 medali emas," ungkapnya dengan optimis.
Sekretaris KONI Kepri, Amri, menambahkan bahwa sejumlah atlet telah diberangkatkan ke Aceh untuk mempersiapkan diri terlebih dahulu sebelum pertandingan. Tim untuk cabang olahraga layar dan ski air sudah berangkat lebih awal untuk menyesuaikan diri dengan kondisi cuaca, gelombang, dan angin di lokasi pelaksanaan.
"Sejumlah cabang olahraga seperti tim layar, ski air, dan dayung sudah terlebih dahulu berada di Aceh untuk beradaptasi dengan lingkungan setempat," jelas Amri. Dia juga menginformasikan bahwa atlet-atlet triathlon dan muay thai telah berangkat pada Sabtu, 31 Agustus 2024.
Saat ini, atlet lainnya masih berada di Asrama Haji Batam Centre, menunggu jadwal keberangkatan menuju lokasi pertandingan di Aceh dan Sumatera Utara. "Pada tanggal 2 hingga 6 September, sebanyak 88 atlet akan berkumpul di Asrama Haji Batam Centre dan mereka akan diberangkatkan secara bertahap sesuai jadwal lomba masing-masing," lanjutnya.
Kumpulnya atlet di asrama juga bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi mereka untuk berlatih secara intensif bersama pelatih dari masing-masing cabang olahraga. Amri menambahkan bahwa pelepasan resmi para atlet dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 4 atau 5 September dan akan dihadiri oleh Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad.
Dengan persiapan yang matang serta dukungan penuh dari pemerintah daerah, KONI Kepri berharap agar para atlet dapat memberikan performa terbaik mereka dalam pentas olahraga nasional ini.
ANTARA
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







