**Borneonews - Badung, Bali**, Forum Parlemen Indonesia-Afrika (IAPF) menekankan komitmen bersama antara Indonesia dan kawasan Afrika dalam memberdayakan perempuan sebagai salah satu katalis utama untuk pengembangan yang berkelanjutan. Pernyataan ini disampaikan pada acara IAPF yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, pada hari Minggu. Puan Maharani, selaku Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), menegaskan betapa pentingnya meningkatkan partisipasi perempuan baik di sektor ekonomi maupun politik. Dalam pidatonya, ia menyerukan upaya yang lebih besar untuk memberikan akses kepada perempuan terhadap pendidikan, pelatihan, serta sumber daya keuangan. Maharani juga menyebutkan bahwa IAPF merupakan platform bagi Indonesia dan Afrika untuk saling bertukar ide serta mengeksplorasi peluang kolaborasi di berbagai sektor. Penekanan terhadap pemberdayaan perempuan ini mencerminkan keyakinan bersama bahwa meningkatkan peran perempuan sangat penting untuk membangun masyarakat yang inklusif dan adil. Keyakinan ini terlihat jelas dalam berbagai diskusi dan presentasi yang berlangsung dalam forum tersebut. Salah satu contoh menarik yang dibahas dalam IAPF adalah Du Anyam, sebuah perusahaan sosial yang telah melatih lebih dari 1.600 perempuan di 54 desa yang tersebar di Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, dan Papua untuk memproduksi kerajinan tangan. Dengan memberikan keterampilan dan kesempatan kepada perempuan, Du Anyam tidak hanya memberdayakan individu, tetapi juga berperan dalam menghidupkan kembali ekonomi lokal. Hanna Keraf, pendiri Du Anyam, menyatakan, "Perempuan dapat mengambil keputusan untuk diri mereka sendiri dan berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi." Kesuksesan Du Anyam dan perusahaan sosial lainnya dalam memberdayakan perempuan di Indonesia memberikan pelajaran berharga bagi negara-negara lain, termasuk yang ada di Afrika. Dengan berinvestasi dalam pemberdayaan perempuan, pemerintah dan dunia usaha dapat membuka peluang baru untuk pertumbuhan ekonomi dan kemajuan sosial. Melalui langkah ini, diharapkan akan tercipta masyarakat yang lebih sejahtera dan berkeadilan. ANTARA