**Borneonews - Badung, Bali**, Parlemen Indonesia menggarisbawahi urgensi untuk menjalin kolaborasi setara dengan parlemen negara-negara di benua Afrika, demi bersama-sama mendorong perkembangan berkelanjutan di berbagai sektor. Ketua DPR RI, Puan Maharani, menekankan bahwa hubungan yang dibangun tidak boleh bersifat dominan atau dipengaruhi oleh kepentingan sepihak.
Dia menjelaskan, prinsip menentukan nasib sendiri, penghormatan terhadap kedaulatan, dan kesetaraan politik tetap relevan, terutama dalam konteks dinamika global yang semakin kompleks. Nilai-nilai ini terinspirasi oleh Dasasila Bandung, yang lahir dari Konferensi Asia-Afrika tahun 1955, menjadi tonggak bersejarah dalam hubungan antarnegara.
Selain itu, Puan menekankan pentingnya bersatu melawan kebijakan-kebijakan negara yang menghambat kemajuan negara-negara berkembang, termasuk tindakan diskriminasi dan proteksionisme. Isu Palestina juga menjadi sorotan, dengan perwakilan parlemen Indonesia dan Afrika yang mengadvokasi pengakhiran genosida di Gaza serta menyerukan gencatan senjata dan dukungan penuh terhadap kemerdekaan Palestina.
Selama penutupan Forum Parlemen Indonesia-Afrika (IAPF) 2024, Puan kembali menegaskan betapa beratnya tanggung jawab generasi mendatang. Dia menyoroti persamaan antara Afrika dan Indonesia, terutama dalam hal bonus demografi. Afrika diproyeksikan memiliki 42 persen dari populasi pemuda dunia pada tahun 2030, sementara Indonesia mendekati puncak populasi produktif dengan hampir 60 persen penduduknya berusia muda.
Puan menekankan bahwa forum ini harus mengedepankan pembangunan yang fokus pada manusia. Oleh karena itu, perwakilan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk pemuda, perempuan, dan kelompok marginal, dilibatkan dalam diskusi.
IAPF 2024 juga berupaya untuk memetakan potensi kerja sama selatan-selatan di berbagai bidang, seperti pertanian, kesehatan, industri, dan perdagangan. Ini diharapkan dapat memperkuat kemajuan bersama baik untuk negara-negara Afrika maupun Indonesia.
Data terbaru dari Bank Pembangunan Afrika menunjukkan, Afrika menjadi benua dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di dunia, dengan proyeksi mencapai 3,7 persen pada tahun 2024, dan 4,3 persen pada tahun 2025. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi positif di Indonesia, yang diperkirakan tumbuh 5,3 persen pada 2024 dan 5,2 persen pada 2025.
Forum ini dihadiri oleh delegasi parlemen dari 20 negara di Afrika, mayoritas dipimpin oleh ketua parlemen masing-masing. Beberapa negara yang ikut ambil bagian antara lain Algeria, Angola, Benin, Burundi, Djibouti, Eswatini, Ghana, Kenya, Malawi, Mauritius, Maroko, Nigeria, Tanzania, Tunisia, Zimbabwe, Ethiopia, Libya, Mozambik, Somalia, dan Afrika Selatan.
ANTARA
Parlemen Indonesia dan Afrika Jalin Kerja Sama Strategis untuk Pembangunan
Bagikan:

DENPASAR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Adam Alis Cetak Gol Penentu Kemenangan Persib atas Garudayaksa 2-1
Hujan Perdana Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang
Kebakaran Hebat Hanguskan 4 Rumah dan 1 Masjid di Kotim
Saingi China, Pabrik Mobil Jepang Pangkas Masa Pengembangan Model Baru
PDIP Dukung Revisi UU Peradilan Militer Pascaputusan MK
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
Komentar (0)
Memuat komentar…







