BOGOR –
**Borneonews - Purwakarta**, Kelompok Sadar Wisata Kabupaten Purwakarta, yang terletak di Jawa Barat, memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan bangunan yang diakui sebagai cagar budaya serta bersejarah. Upaya ini dimaksudkan untuk menarik lebih banyak wisatawan dan menjadikan Purwakarta sebagai destinasi pariwisata yang lebih menawan. Ketua Kelompok Sadar Wisata, Mokhamad Aripin, mengungkapkan bahwa sektor pariwisata memiliki potensi besar sebagai salah satu industri kreatif yang dapat mendongkrak pendapatan daerah. Dalam pernyataannya pada hari Minggu, Aripin menegaskan pentingnya peran serta bangunan bersejarah dalam meningkatkan daya tarik wisata di Purwakarta. "Pengembangan bangunan cagar budaya sebagai unsur pariwisata sangatlah strategis. Selain berfungsi sebagai pelestari tradisi dan nilai sejarah, inisiatif tersebut juga berpotensi memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal," jelas Aripin. Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan Purwakarta, Mohamad Ramdhan, menambahkan bahwa terdapat banyak bangunan bersejarah di wilayah Purwakarta yang memiliki potensi besar untuk menarik minat pengunjung. "Bangunan-bangunan bersejarah yang berumur ratusan tahun ini merupakan aset wisata yang sangat berharga bagi Purwakarta," ungkap Ramdhan. Dia juga mengatakan bahwa pihaknya saat ini sedang merancang berbagai strategi untuk memaksimalkan potensi wisata dari gedung-gedung bersejarah tersebut agar lebih banyak wisatawan yang berkunjung ke daerah ini. Data dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan Purwakarta menunjukkan bahwa beberapa gedung cagar budaya yang menjadi aset wisata antara lain termasuk gedung karesidenan yang dibangun sekitar tahun 1830, Gedung Kembar yang didirikan pada tahun 1831, serta Gedung Negara dan Pendopo Purwakarta yang sudah ada sejak tahun 1854. Lebih lanjut, terdapat pula bangunan bersejarah seperti Stasiun Kereta Api Purwakarta yang dibangun pada tahun 1902, Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Wanayasa yang telah ada sejak tahun 1864, serta Gedung Normaal School dan Rumah Dinas Direktur Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Purwakarta yang dibangun di tahun 1914. Semua ini menunjukkan kekayaan sejarah dan budaya yang dapat dioptimalkan untuk menarik wisatawan dan meningkatkan perekonomian daerah. ANTARA