BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Rapat koordinasi lintas sektor di ruang Yudha Kodim 1014 Pangkalan Bun, Kamis (14/7/2016), meminta pemerintah kabupaten (Pemkab) Kobar segera menyiapkan anggaran untuk pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Masalah anggaran untuk operasional tim penanggulangan bencana menjadi PR yang hingga saat ini belum ada solusinya. Pemerintah Kabupaten melalui BPBD Kobar belum bisa menganggarkan, tahun ini anggaran untuk penanganan karhutla masih nihil.

Dalam rapat yang digelar mulai pukul 09.00 WIB tersebut menyoroti beberapa poin yang dianggap krusial dalam penanganan karhutla di kabupaten berjuluk Marunting Batu Aji ini.

"Menjelang datangnya musim kemarau di wilayah kita banyak bermunculan titik-titik api penyebab kebakaran tersebut, mayoritas dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk membuka lahan perkebunan," ungkap Dandim 1014 Pangkalan Bun, Letkol Inf Wisnu Kurniawan dalam sambutannya di hadapan anggota rakor karhutla, Kamis (14/7/2016) siang ini.

Ia menyebut, ada beberapa poin yang perlu dipersiapkan dan segera dilaksanakan saat ini, di antaranya penyusunan korlap gabungan instansi terkait dan membuat MOU dalam penanganan karhutla. Kemudian hasil kegiatan di lapangan supaya direkap dan ditindak lanjuti dengan membuat dan mengirimkan laporan ke komando atas.

Selain itu, seluruh pihak harus lebih mensinergikan dan meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait guna mempercepat pencegahan dan penanganan karhutla, terakhir permasalahan anggaran agar cepat diproses untuk digunakan dalam operasional pencegahan dan penanggulangan karhutla.

"Adakan penindakan terhadap oknum-oknum pembakar karena akibat pembakaran tersebut sudah menjadi bencana nasional, bahkan imbasnya sampai internasional," jelas Dandim.

Rapat yang dihadiri oleh DPRD Kobar, Kepolisian, SKPD, Camat hingga kepala desa itu mengharapkan kepada semua pihak yang terkait agar bergabung dan bekerja sama untuk mencegah kebakaran baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. "Berikan efek jera kepada pembakar hutan dan lahan," pungkas Letkol Wisnu. (CECEP HERDI/m)