**Borneonews - Jakarta**, Pembalap tim Haas, Kevin Magnussen, tidak dapat berpartisipasi dalam ajang GP Azerbaijan yang dijadwalkan pada 15 September mendatang. Hal ini disebabkan oleh penalti yang diterimanya setelah insiden dalam perlombaan GP Italia yang berlangsung di Sirkuit Monza pada hari Minggu.
Magnussen terlibat dalam sebuah kontak dengan pembalap dari tim Alpine, Pierre Gasly, yang menyebabkan dirinya melampaui batas poin penalti yang telah ditetapkan untuk musim ini. Setelah pertikaian yang terjadi saat memasuki tikungan 4, Magnussen mencoba menyalip Gasly tetapi terpaksa menghadapi situasi di mana kendaraannya terkunci dan berujung pada insiden tersebut.
Pembalap asal Denmark ini mengungkapkan kebingungannya terkait keputusan yang diambil oleh para steward perlombaan. Ia merasa tidak memahami mengapa penalti tersebut dikeluarkan, terutama ketika ia merasa telah mengemudikan mobilnya dengan aman. "Kami berdua melewati tikungan, tetapi saya rasa saya aman," ungkapnya dalam wawancara yang disampaikan melalui laman resmi *Formula 1*.
Menurut penilaian para steward, Magnussen dianggap tidak mengemudi dalam cara yang aman dan terkontrol saat melaksanakan manuver di tikungan tersebut. Akibat insiden itu, ia dikenai penalti waktu selama 10 detik. "Jujur saja, saya sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi. Penalti 10 detik ini membuat saya sangat bingung," tambah pembalap berusia 31 tahun itu.
Pada akhir balapan, Magnussen menyelesaikan pertandingan di posisi sepuluh, dengan selisih waktu 68,302 detik dari pembalap yang menjadi juara GP Italia, Charles Leclerc, yang mencatatkan waktu tercepat 1 jam, 14 menit, dan 40,727 detik.
ANTARA
Kevin Magnussen Dilarang Berlaga di GP Azerbaijan karena Penalti
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
TNI-Polri Kedepankan Pendekatan Dialogis dalam Mengamankan Dogiyai
Tolak Ajakan Berkelahi, Siswa SMP di Banjarmasin Tetap Dipaksa hingga Tersungkur
Survei IPO: Meutya Hafid Masuk 10 Besar Menteri Berkinerja Terbaik
Guru SDN di Banjarmasin Jadi Tersangka Pelecehan Siswi 12 Tahun
Komentar (0)
Memuat komentar…







