JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Bakal Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Dharma Pongrekun dan Kun Wardana, sedang melakukan kajian terkait desain ulang tata kota Jakarta secara bertahap. Dalam sebuah konferensi pers yang berlangsung di RSUD Tarakan Jakarta pada hari Minggu, Dharma menekankan pentingnya menerapkan pendekatan yang matang dalam merancang kembali tata kota. "Diperlukan sebuah kajian yang menyeluruh. Ini merupakan bagian dari *redesign* tata kota yang akan dilakukan secara bertahap, serta mencakup banyak aspek lainnya," ungkap Dharma. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap komentar Bakal Calon Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, yang menyatakan bahwa lajur sepeda di Jakarta tidak memadai dan hanya dapat digunakan untuk *scooter*. Dharma menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin terburu-buru dalam memperkenalkan program-programnya. Dia menekankan pentingnya melakukan kajian mendalam agar semua perbincangan yang dilakukan tidak sekadar menjadi wacana tanpa makna. "Kami harus belajar tentang berapa banyak Pendapatan Asli Daerah (PAD), apa saja manfaat yang akan diperoleh, bagaimana solusi untuk kemacetan, serta efektivitas serapan air hujan dan ruang tata kota," tambahnya. Dia merasa penting untuk merumuskan strategi yang tepat guna memperbaiki tata kota di Jakarta. Salah satu fokusnya adalah memastikan lajur sepeda berfungsi sesuai dengan fungsinya dan tidak mengganggu jalur kendaraan lain. "Jangan sampai jalan yang seharusnya dapat dilalui mobil, digunakan untuk jalur sepeda," ujarnya. Pasangan Dharma Pongrekun dan Kun Wardana kini menjadi pasangan calon ketiga yang mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta setelah pasangan Pramono Anung-Rano Karno dan pasangan Ridwan Kamil-Suswono. Mereka mengusung program "Selamatkan Jiwa Bisa Membuat Perut Kenyang" dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta 2024. Program ini bertujuan untuk memastikan distribusi kesejahteraan rakyat yang lebih merata. Dharma Pongrekun dan Kun Wardana hadir di RSUD Tarakan di Jakarta Pusat pada pukul 06:42 WIB untuk menjalani pemeriksaan kesehatan, yang merupakan salah satu syarat pendaftaran dalam Pilkada 2024. KPU Provinsi DKI Jakarta dijadwalkan untuk menerima hasil pemeriksaan kesehatan bakal pasangan calon pada tanggal 2 September 2024. Hasil tersebut akan menentukan kelanjutan proses pendaftaran mereka ke tahap selanjutnya. Pencoblosan untuk pilkada serentak di seluruh Indonesia, yang mencakup pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota, akan dilaksanakan pada tanggal 27 November 2024. ANTARA