BATAM –
**Borneonews - Natuna**, Pemerintah Kabupaten Natuna yang terletak di Kepulauan Riau telah melakukan penyaluran bantuan berupa sembako dan kebutuhan dasar kepada para korban yang terkena dampak dari bencana angin kencang yang terjadi pada hari Sabtu, 31 Agustus lalu. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Natuna, Puryanti, dalam pernyataannya melalui telepon pada hari Senin, menjelaskan bahwa total delapan kepala keluarga telah menerima bantuan tersebut. Bantuan yang disalurkan mencakup beragam barang, termasuk makanan cepat saji, minyak goreng, gula, teh, sardin, kecap manis, roti, mie instan, dan terpal. Harapannya, bantuan ini dapat sedikit meringankan beban yang ditanggung oleh para korban bencana. Selain memberikan bantuan berupa barang kebutuhan, Pemerintah Kabupaten Natuna juga berencana untuk memberikan dukungan untuk perbaikan rumah-rumah yang mengalami kerusakan akibat bencana ini. Puryanti menambahkan bahwa bantuan untuk perbaikan rumah akan diberikan berdasarkan proposal yang diajukan oleh para korban. Dalam proposal tersebut, diharapkan terdapat penjelasan mengenai rincian kerusakan yang dialami serta estimasi biaya perbaikan yang diperlukan. Namun, pencairan bantuan akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. “Saya mengharapkan semua warga yang mengalami musibah untuk segera mengajukan proposal agar dapat menerima bantuan perbaikan rumah,” ujar Puryanti. Raja Darmika, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Natuna, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini masih melakukan pendataan jumlah warga yang terdampak bencana. Ia menjelaskan bahwa bantuan dari BPBD belum dapat disalurkan karena mereka masih dalam tahap pendataan. Sebelumnya, BPBD Kabupaten Natuna melaporkan bahwa beberapa atap rumah di Kecamatan Bunguran Timur mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem yang melanda kawasan tersebut. Dalam keterangan yang disampaikan, Raja Darmika menyatakan bahwa hingga kini tercatat ada tiga unit atap rumah yang mengalami kerusakan. Selain itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang dan hujan juga mengakibatkan kerusakan pada atap warung dan tenda, serta menumbangkan beberapa pohon. Beruntungnya, tidak ada laporan mengenai korban jiwa akibat peristiwa ini, dan kerugian material akibat bencana tersebut masih belum dapat dipastikan. “Peristiwa bencana terjadi pada hari Sabtu, 31 Agustus sekitar pukul 16.55 WIB,” tutup Raja Darmika. ANTARA