JAKARTA –
**Borneonews - Badung, Bali**, Sejumlah delegasi dari berbagai negara di Afrika berpartisipasi dalam pembukaan Forum Tingkat Tinggi Kemitraan Multipihak (HLF-MSP) dan Forum Indonesia-Afrika (IAF) ke-2 yang berlangsung di Badung, Bali pada hari Senin, 2 September 2024. Acara yang diselenggarakan di Hotel Mulia ini dimulai sekitar pukul 08.30 WITA dan berlangsung hingga pukul 09.00 WITA, dengan sambutan dari Presiden Joko Widodo saat pembukaannya. Presdir Jokowi resmi membuka forum tersebut pada pukul 09.00 WITA, menandai awal dari serangkaian diskusi dan kolaborasi yang diharapkan membawa dampak positif bagi hubungan antara Indonesia dan negara-negara Afrika. Delegasi yang hadir dalam acara ini mencakup nama-nama penting seperti Presiden Liberia Joseph Nyuma Boakai, Presiden Rwanda Paul Kagame, Presiden Ghana Nana Akufo-Addo, dan Perdana Menteri Eswatini Russell Mmiso Dlamini. Selain itu, tampak pula partisipasi Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao, Presiden Zanzibar Hussein Ali Mwinyi, dan Wakil Presiden Zimbabwe K.C.D. Mohadi. Tidak hanya delegasi dari negara-negara Afrika, sejumlah pejabat tinggi dari pemerintah Indonesia juga turut hadir. Di antaranya adalah Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, Wakil Menlu RI Pahala Nugraha Mansury, serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional sekaligus Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa. Mereka semua berperan aktif dalam acara pembukaan HLF-MSP dan IAF ke-2 2024, yang merupakan bagian dari sesi pertemuan pemimpin bersama. HLF-MSP dan IAF ke-2 2024 diadakan di Bali dari tanggal 1 hingga 3 September 2024 dengan tujuan utama memperkuat kerja sama ekonomi antara Indonesia dan negara-negara di Afrika. Forum ini mengangkat tema "Semangat Bandung untuk Agenda 2063 Afrika," yang bertujuan untuk menghidupkan kembali semangat Konferensi Asia Afrika tahun 1955. Penguatan ini diharapkan bisa menjadi fondasi dalam membangun kerjasama yang lebih erat antara Indonesia dan negara-negara Afrika di masa yang akan datang. Dalam forum ini, beberapa area kerja sama yang menjadi prioritas mencakup transformasi ekonomi, energi, pertambangan, ketahanan pangan, kesehatan, dan pembangunan. Pada akhir pertemuan, hasil yang diharapkan adalah tercapainya perjanjian antara pemerintah (G-to-G), kesepakatan bisnis antara pemerintah dan bisnis (G-to-B), serta antara pelaku bisnis (B-to-B). Selain itu, diharapkan akan ada *Grand Design* pembangunan Indonesia bersama Afrika, termasuk juga bisa melibatkan negara-negara ketiga melalui *triangular cooperation*. Target akhir dari kerjasama ini adalah pencapaian kesepakatan bisnis yang dapat mencapai nilai 3,5 miliar dolar AS, yang setara dengan sekitar Rp54,69 triliun. ANTARA