BORNEONEWS, Buntok -Menghormati adat istiadat serta melestarikan kebudayaan milik daerah merupakan bagian dari upaya mempererat persatuan dan kesatuan serta penunjang pembangunan.

Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Barito Selatan, Lewy Bungken mengatakan itu kepada Borneonews di Desa Janggi, Kecamatan Karu Kuala, dalam acara halal bihalal, Kamis (14/7/2016). 

Ia mengimbau sekaligus meminta agar masyarakat di daerah itu selalu menjujung tinggi adat dan budaya, terutama menjalin rasa kebersamaan antara satu dengan lainya sebagaimana simbol rumah betang.

“Karena adat istiadat kebersamaan  yang ada di daerah berjuluk Dahani Dahanai Tuntung Tulus ini, merupakan budaya turun temurun sejak nenek moyang kita dahulu,” bebernya.

Menurut Lewy Bungken,ia meminta agar masyarakat dapat terus menghormati adat istiadat di daerah itu. Ini tidak lain untuk menjaga sekaligus mengantisipasi masuknya adat istiadat dari luar yang cendrung dapat mempengaruhi, bahkan mengubah perilaku masyarakat.

“Oleh sebab itu hormati lah ada istiadat yang kita miliki, karena itu merupakan cermin dari budaya masyarakat di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) pada umumnya, dan Kabupaten Barsel pada khususnya,” ungkap Lewy.

Begitu pula dengan kebudayaan yang ada, lanjut tokoh masyarakat dayak Kota Buntok itu, hendaknya dapat dijaga, dan terus dilestarikan.

”Pasalnya, kebudayaan daerah di Barsel ini begitu banyak dan beragam, sehingga wajib bagi kita menjaga sekaligus melestarikanya,” tambahnya.

Ia menyarankan, agar masyarakat setempat, jangan mudah terpancing  oleh isu-isu yang menyesatkan, yang akhirnya dapat menciptakan suasana daerah tidak kondusif lagi.

“Dengan kondusif nya daerah, sangat diyakini ajang pesta demokrasi Barsel tahun 2017 mendatang bakal berjalan sukses dan lancar,”ujar Lewy mengakhiri. (LAILY MANSYUR/m)