BORNEONEWS, Kuala Kurun - Kabupaten Gunung Mas mewakili Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) berhasil meraih juara I lomba kategori Festival, Pawai Budaya Nusantara pada ajang Pekan Kreativitas Pemuda Indonesia (Kreativesia) tahun 2024 di Banjar Baru Kalimantan Selatan pada Sabtu, 31 Agustus 2024.
"Ada 31 provinsi yang mengikuti lomba kategori Festival, Pawai Budaya Nusantara pada ajang Kreativesia 2024 dan Provinsi Kalimantan Tengah menjadi pemenangnya," jelas Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Gumas Aprianto melalui Kabid Pembinaan dan Olahraga Budi Arjunawibawa, Senin, 2 September 2024.
Budi menjelaskan bahwa Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Tengah memberikan rekomendasi kepada Disdikpora Gunung Mas untuk mengikuti kegiatan pawai budaya nusantara pada Kreativesia 2024 di Banjar Baru.
"Kemenangan ini diharapkan menjadi penyemangat bagi pemuda Gunung Mas dan Kalimantan Tengah untuk terus berprestasi. Kita ini kaya budaya dan kemampuan kita tidak kalah hebat dari pemuda lain di Indonesia," jelas Budi.
Sementara itu, Koordinator Tari pada Pawai Budaya Nusantara perwakilan dari Kalimantan Tengah Noveria Since Sabarina menjelaskan bahwa pada karnaval tersebut Gumas yang mewakili Provinsi Kalimantan Tengah menampilkan tema Jihi Pambelum.
--page
"Maksudnya, berbeda bukan berarti terpecah belah, dalam keberagaman kita menjadi kaya falsafah Huma Betang, abadi Pancasila di Bumi Tambun Bungai dijunjung tinggi dengan satu tiang kehidupan," jelasnya.
Untuk visualnya melalui 5 Ba warna khas Suku Dayak, yakni kuning yang menyimbolkan keagungan seorang pemimpin pada Suku Dayak. Kemudian warna merah, putih, hitam, dan hijau yanag merupakan simbol pluralisme di Bumi Tambun Bungai (Kalimantan Tengah).
Perempuan yang disapa Cece ini menjelaskan tarian yang dibawakan pada pawai yakni berjudul Mahaga Budaya (menjaga budaya). Terdapat beragam gerak tasai, kinyah dan menganjan yang merupakan ragam gerak tari tradisional khas Dayak Ngaju.
"Kemudian untuk busana pada karnaval kami mengambil tema sacred of sangkairaya, kesucian dan keagungan sangkairaya yang ada pada ritual kematian pada Agama Kaharingan yakni tiwah," jelas Cece.
Sedangkan kostumnya dibuat melingkar dan terdapat bambu atau umbul-umbul yang di pasang di dalamnya. Lalu dipadukan dengan selendang, kain dan bahalai bercorak lima Ba yakni warna khas Suku Dayak Kalimantan Tengah.
"Kami berharap, Kabupaten Gunung Mas bisa kembali berpartisipasi pada ajang Kreativesia tahun 2025 di Palembang," tukas Cece. (RISKA YULYANA/j)









