JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Jajaran TNI Angkatan Udara (AU) telah membentuk sebuah tim tugas khusus untuk menjaga keamanan selama berlangsungnya kegiatan Forum Indonesia-Afrika ke-2. Kegiatan ini juga mencakup Forum Tingkat Tinggi Multi Stakeholder Partnerships yang akan dilaksanakan di Bali. Dalam siaran pers resmi yang dirilis oleh TNI AU, diungkapkan bahwa tim ini dipimpin oleh Panglima Komando Operasi Udara II, Marsda TNI Budhi Achmadi. Budhi menjelaskan bahwa tim ini terdiri dari beberapa sub-tim yang masing-masing memiliki spesialisasi yang berbeda, yaitu Sub-tim Gakkumpamwilud (Penegakan Hukum Pengamanan Wilayah Udara), Sub-tim Mobilisasi Udara, dan Sub-tim Udara Khusus. Setiap sub-tim dipimpin oleh perwira menengah yang berpengalaman di TNI AU dan didukung oleh perangkat alutsista modern. Personel yang tergabung dalam tim ini juga telah dilatih untuk melaksanakan tugas mereka dengan baik. Sub-tim Gakkumpamwilud memiliki tanggung jawab utama untuk memastikan pertahanan udara di area operasi. Hal ini dilakukan dengan memobilisasi berbagai unsur strategis, termasuk tim sergap, sistem rudal, radar, dan kemampuan anti-*drone*. Sementara itu, Sub-tim Mobilisasi Udara bertugas untuk mengelola penggunaan pesawat angkut berat serta helikopter, agar pendistribusian logistik dan mobilisasi personel dapat berjalan dengan efektif. Sub-tim Udara Khusus akan berfokus pada pengintaian, yakni mengumpulkan data dan informasi dari ketinggian dengan bantuan teknologi mutakhir. Budhi meyakinkan bahwa tim tugas khusus udara ini siap bekerja secara optimal demi kelancaran seluruh kegiatan KTT di Bali. Kegiatan Forum Indonesia-Afrika ke-2 direncanakan berlangsung pada tanggal 1 hingga 3 September 2024, yang juga bertepatan dengan *High-Level Forum on Multi Stakeholder Partnership* (HLF MSP). Forum ini akan memprioritaskan sejumlah kerja sama, antara lain dalam bidang transformasi ekonomi, energi, pertambangan, ketahanan pangan, kesehatan, dan pembangunan. IAF 2024 bertujuan untuk mengundang 28 kepala negara serta 800 peserta dari berbagai kalangan, termasuk perwakilan pemerintah, organisasi internasional dan regional, serta pelaku usaha dari Indonesia dan Afrika. ANTARA