BANJARMASIN –
**Borneonews - Banjarmasin**, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan (Dinkes Kalsel) meningkatkan langkah-langkah kewaspadaan dalam rangka mencegah penyebaran virus cacar monyet yang dikenal juga dengan sebutan *monkeypox* (Mpox). Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kalsel, Anhar Ihwan, menyampaikan pernyataannya terkait hal ini di Banjarbaru pada Senin. Dia mengarahkan agar dinas kesehatan di kabupaten maupun kota di seluruh Kalimantan Selatan mempertegas kegiatan sosialisasi kepada masyarakat setempat. “Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat mengenali gejala-gejala yang muncul dan memahami tindakan yang perlu dilakukan jika menemukan gejala mirip dengan Mpox,” papar Anhar. Anhar juga mengimbau kepada warga yang merasakan gejala demam disertai ruam kulit agar segera melakukan pemeriksaan ke puskesmas terdekat. Di samping itu, dia mengingatkan pentingnya mematuhi protokol kesehatan dengan menghindari keramaian, mencuci tangan menggunakan sabun antiseptik, dan mengenakan masker. “Seandainya muncul gejala tersebut, masyarakat diharapkan untuk tidak ragu-ragu dalam melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan yang tersedia,” ucap Anhar. Lebih lanjut, Anhar menjelaskan bahwa Mpox merupakan penyakit zoonosis, yang berarti ia dapat ditularkan dari hewan ke manusia, tetapi saat ini juga diketahui dapat menyebar dari manusia ke manusia. “Dengan demikian, tingkat kewaspadaan dan upaya antisipasi sangat dibutuhkan dalam rangka pengendalian serta pencegahan atas penyebaran penyakit ini,” tandasnya. Anhar menambahkan, masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih mendetail mengenai Mpox dapat langsung berkomunikasi dengan puskesmas atau rumah sakit terdekat di lingkungan mereka. Menanggapi kasus cacar monyet yang terjadi di Kabupaten Barito Kuala (Batola), Anhar menginformasikan bahwa Dinkes Provinsi Kalsel telah memperoleh kabar mengenai seorang warga yang terpapar virus tersebut. Dia juga menyebutkan bahwa satu pasien yang merupakan warga Batola dan sempat dirawat di RSUD Ansari Saleh sudah mendapatkan hasil negatif setelah dilakukan pengujian spesimen oleh laboratorium. “Syukurlah, hasil dari pengambilan sampel dari pasien yang dicurigai tersebut menunjukkan negatif terhadap Mpox,” tutup Anhar. ANTARA