**Borneonews - Badung, Bali**, Pemerintah Indonesia memberikan dukungan bagi pengembangan industri hilir energi terbarukan di negara-negara Afrika dengan harapan dapat menciptakan nilai tambah ekonomi yang lebih besar.
Adriani Kusumawardani, Asisten Deputi Bidang Keamanan Laut dan Ketahanan di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, mengungkapkan hal tersebut pada acara Indonesia-Africa Parliamentary Forum (IAPF) yang berlangsung pada hari Minggu. Dalam kesempatan itu, ia menginformasikan kepada para delegasi parlemen dari negara-negara Afrika mengenai banyaknya potensi yang ada di Benua Afrika, serta telah siapnya nota kesepahaman kerja sama.
Ia menjelaskan bahwa proses hilirisasi mampu meningkatkan pendapatan negara, berdasarkan pengalaman Indonesia sendiri. Dalam menjelaskan hal tersebut, Kusumawardani memberikan contoh mengenai pengolahan sumber daya nikel alami yang dilakukan di dalam negeri, di mana pendapatan negara meningkat signifikan menjadi sekitar USD38 miliar, dibandingkan dengan jumlah sebelumnya yang hanya USD1,3 miliar ketika Indonesia menjual bahan mentah ke pasar internasional.
Kusumawardani melanjutkan bahwa kebijakan ini juga memberikan landasan bagi Indonesia untuk mengembangkan industri turunan, seperti pembuatan baterai untuk kendaraan listrik dan energi terbarukan. "Kebijakan ini dapat diterapkan oleh negara-negara Afrika untuk memastikan mereka dapat memperoleh nilai yang lebih tinggi dari sumber daya mineral yang dimiliki," ujarnya.
Dalam upaya mendukung pengembangan hilirisasi di Afrika, Indonesia juga mendorong peningkatan daya saing dan efisiensi, serta transfer teknologi dan inovasi. Acara IAPF ini berlangsung bersamaan dengan Forum Indonesia-Afrika II (IAF II), yang diharapkan dapat mencapai nilai kerja sama yang substansial senilai USD3,5 miliar.
Beberapa pencapaian penting dari IAF II mencakup penandatanganan beberapa nota kesepahaman dan kesepakatan kerja sama strategis, seperti pengembangan energi geotermal antara PT PLN dan perusahaan TANESCO dari Tanzania. Selain itu, terdapat juga perjanjian utama untuk kerja sama transfer teknologi kesehatan yang ditandatangani oleh Biofarma dan Atlantic Lifescience Ghana, serta Surat Ketertarikan antara PT Dirgantara Indonesia dan AD Trade yang memfasilitasi pembelian dan pemeliharaan pesawat terbang oleh Kongo dan Senegal.
Pada forum tersebut, Indonesia juga mendorong bidang-bidang prioritas untuk kerja sama yang meliputi transformasi ekonomi, energi, pertambangan, ketahanan pangan, kesehatan, dan pembangunan.
ANTARA
Dukungan Indonesia untuk Hilirisasi Energi Terbarukan di Afrika
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BPN Berkontribusi Tingkatkan Nilai Ekonomi hingga Rp1.834 Triliun
Kebakaran di Jalan Pahlawan Marabahan, Api Membesar Dekat Sekolah
Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak Diterjang Angin Kencang di Banjarbaru
Hujan Lebat Guyur Banjarbaru dan Martapura
Alwi akan Evaluasi Performa Setelah Terhenti French Open
Ribuan Pesepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD RI
Komentar (0)
Memuat komentar…







