SEMARANG –
**Borneonews - Cilacap**, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah mulai melakukan persiapan untuk menghadapi bencana yang mungkin muncul selama musim hujan. Meskipun saat ini mereka masih berkonsentrasi pada penanganan bencana kekeringan, langkah antisipasi telah mulai diupayakan. Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Bayu Prahara, menyampaikan bahwa berdasarkan ramalan cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG, wilayah Cilacap diperkirakan akan memasuki musim hujan pada dasarian ketiga bulan Oktober. Meski demikian, mereka telah memulai persiapan untuk menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi ketika musim hujan tiba. Dari data yang telah dipetakan oleh BPBD, terdapat 288 desa atau kelurahan di 25 kecamatan yang berpotensi mengalami bencana banjir. Selain itu, terdapat pula 137 desa di 18 kecamatan yang rentan terhadap ancaman tanah longsor. Kecamatan Sidareja dan Nusawungu merupakan wilayah yang paling sering terdampak banjir, disebabkan oleh kondisi geografisnya yang berada di dataran rendah. BPBD juga telah mengimbau masyarakat melalui berbagai saluran media untuk selalu waspada dan mengambil langkah-langkah antisipasi terhadap kemungkinan bencana banjir dan tanah longsor. Selain imbauan, mereka berencana menggelar apel kesiapsiagaan sebagai persiapan menghadapi bencana, yang akan dilaksanakan pada bulan Oktober, menjelang dimulainya musim hujan. Sementara itu, terkait penanganan dampak kekeringan yang masih berlangsung, Bayu mengungkapkan bahwa wilayah yang terkena dampak kekeringan di Cilacap berpotensi meningkat, mengingat masih dalam fase musim kemarau. Terdapat beberapa permohonan dari pemerintah desa untuk bantuan air bersih yang belum dapat dipenuhi karena kendala jumlah armada tangki air yang tersedia saat ini. "Kami harus menjadwalkan distribusi bantuan air bersih, mengingat keterbatasan armada tangki yang kami miliki," ujarnya, di samping Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cilacap, Budi Setyawan. Hingga saat ini, BPBD Cilacap telah mendistribusikan air bersih sebanyak 146 tangki, yang setara dengan 730.000 liter, untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan di 39 dusun, di sejumlah 22 desa, serta 8 kecamatan. Pada hari tersebut, mereka juga melakukan pengiriman bantuan air bersih ke wilayah Bantarsari dan Gandrungmangu sebanyak satu tangki per lokasi. Bayu berharap bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi penduduk yang mengalami kesulitan akibat kekeringan. ANTARA