JAKARTA –
**Borneonews - Badung**, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, baru-baru ini melakukan pertemuan dengan Ray Dalio, seorang filantropis terkemuka yang dikenal memiliki pengalaman dalam mendirikan *family office* di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, serta Singapura. Dalam pertemuan tersebut, Luhut berharap mendapatkan wawasan dan masukan yang berharga dari Dalio mengenai pengelolaan *family office*. Luhut menjelaskan bahwa Ray Dalio akan membagikan pandangannya terkait perubahan ekonomi global yang diharapkan akan terjadi di masa depan. Dalio dikenal aktif berpartisipasi dalam berbagai forum internasional, memberikan pandangan tentang perkembangan ekonomi global, dan berperan sebagai penasihat bagi pembuat kebijakan di berbagai negara, termasuk Uni Emirat Arab dan Arab Saudi. Lebih lanjut, Luhut menyatakan bahwa pembahasan mengenai kebijakan *family office* sangat relevan, mengingat pengalaman Dalio yang cukup luas dalam bidang ini. Luhut juga menekankan pentingnya kolaborasi global serta pengetahuan dalam menciptakan dan memanfaatkan peluang-peluang baru yang ada. "Dari diskusi ini, saya berharap pemerintah dapat termotivasi untuk lebih mengedepankan inovasi. Ini semua demi menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi penerus," ungkap Luhut. Luhut membagikan informasi bahwa pertemuannya dengan Ray Dalio bermula dari pengiriman kapal eksplorasi dan penelitian ilmiah bernama OceanX yang dijadwalkan pada bulan Mei 2024. Kapal OceanX tersebut memiliki misi untuk mengeksplorasi dan mengumpulkan data terkait biodiversitas laut Indonesia, serta untuk membantu melindungi wilayah tersebut dari bencana alam di masa mendatang. Kehadiran Ray Dalio di Indonesia juga bertepatan dengan undangan sebagai pembicara di Indonesia Africa Forum (IAF) 2024, yang berlangsung di Bali pada tanggal 1 hingga 3 September. Pertemuan ini mencerminkan komitmen Indonesia dalam membangun hubungan internasional yang lebih erat serta meningkatkan kesadaran akan isu-isu lingkungan dan ekonomi global. ANTARA