**Borneonews - Morowali Utara**, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kolonodale, yang terletak di Sulawesi Tengah, telah mengimplementasikan program Sarana, Asimilasi, dan Edukasi (SAE) untuk budidaya ikan air tawar. Program ini bertujuan untuk memberikan pembinaan yang lebih baik kepada narapidana, atau yang dikenal sebagai warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Kepala Lapas Kolonodale, Arifin Akhmad, menyampaikan bahwa pemberdayaan warga binaan menjadi salah satu fokus utama lembaga ini. Melalui program SAE, mereka mengembangkan berbagai kegiatan, termasuk budidaya ikan lele yang diharapkan dapat menghasilkan produk berkualitas yang diminati oleh masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi WBP, tetapi juga bagi masyarakat luas.
Lebih lanjut, Arifin mengungkapkan bahwa budidaya ikan air tawar di Lapas Kolonodale merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kemandirian warga binaan. Melalui program ini, mereka dilatih untuk menjadi lebih produktif selama masa pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan.
Ikan lele yang dihasilkan oleh WBP di Lapas Kolonodale telah mendapatkan perhatian positif dari masyarakat di sekitar Kolonodale. Banyak konsumen, termasuk pemilik warung makan, yang tertarik untuk membeli ikan tersebut. Dengan menjalin kerjasama dengan Dinas Perikanan Morowali Utara, Lapas Kolonodale mencatatkan penjualan yang signifikan, yakni mencapai 150 kilogram, menjadikannya sebagai penjual terbesar pada tahun 2024.
Saat ini, Lapas masih memiliki stok sekitar 250 kilogram ikan lele yang siap untuk dipanen. Di samping itu, terdapat juga sekitar 3.000 ekor ikan lele yang telah dipersiapkan untuk bulan mendatang.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tengah, Hermansyah Siregar, memberikan apresiasi kepada Lapas Kolonodale atas dedikasi mereka dalam mengoptimalkan program pembinaan. Ia menekankan pentingnya mewujudkan Lapas yang produktif. Pada tahun 2023, Lapas Kolonodale telah meraih penghargaan sebagai Lapas Terproduktif dalam bidang kegiatan kerja.
Hermansyah Siregar juga mengajak seluruh Lapas dan Rumah Tahanan (Rutan) di Sulawesi Tengah untuk terus meningkatkan program pembinaannya. Ia meyakini bahwa keberhasilan dalam pembinaan tidak hanya memberi manfaat bagi warga binaan, tetapi juga berdampak positif bagi kemajuan daerah sekali pun. Ketika para narapidana mampu bersikap produktif, mereka dapat mengembangkan keterampilan berwirausaha yang akan mendukung pembangunan daerah.
ANTARA
Lapas Kolonodale Tingkatkan Kemandirian Warga Binaan Melalui Budidaya Ikan Lele
Bagikan:

PALU –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
TNI-Polri Kedepankan Pendekatan Dialogis dalam Mengamankan Dogiyai
Tolak Ajakan Berkelahi, Siswa SMP di Banjarmasin Tetap Dipaksa hingga Tersungkur
Survei IPO: Meutya Hafid Masuk 10 Besar Menteri Berkinerja Terbaik
Guru SDN di Banjarmasin Jadi Tersangka Pelecehan Siswi 12 Tahun
Komentar (0)
Memuat komentar…







