**Borneonews - Banda Aceh**, Kepolisian Resor Kota Banda Aceh telah membentuk tim gabungan untuk menyelidiki insiden pelemparan bahan peledak ke rumah salah satu bakal calon gubernur pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Aceh tahun 2024. Pelemparan ini terjadi pada hari Rabu dini hari, yang mengarah pada peningkatan kewaspadaan pihak berwenang.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Banda Aceh, Komisaris Polisi Fadillah Aditya Pratama, menjelaskan bahwa tim gabungan tersebut melibatkan Detasemen Khusus dan penjinak bom, serta unsur lainnya dari Polda Aceh. Tim ini dibentuk khusus untuk menyelidiki kasus yang menimpa rumah Bustami, yang merupakan bakal calon gubernur dari Aceh.
Kejadian tersebut berlangsung di Gampong Pineung, Kecamatan Syiah Kuala, di mana rumah Bustami dilempar dengan bahan peledak. Ledakan yang terjadi tidak menyebabkan kerusakan berat, tetapi ada beberapa pot bunga yang hancur dan dinding pagar yang menunjukkan bekas terbakar. Beruntung, insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa.
Bustami sendiri merupakan calon gubernur yang telah mendaftar untuk kontestasi Pilkada 2024, berpasangan dengan Muhammad Yusuf. Pasangan ini mendaftarkan diri ke Komisi Independen Pemilihan (KIP) Provinsi Aceh pada tanggal 29 Agustus. Saat ini, mereka tengah menjalani tahapan pemeriksaan kesehatan sebelum melanjutkan proses pencalonan.
Sebelum terjun ke Pemilihan Gubernur, Bustami telah diangkat sebagai Penjabat Gubernur Aceh sejak Maret 2024, di mana sebelumnya ia menjabat sebagai Sekretaris Daerah Aceh. Menurut keterangan Fadillah, pelemparan bahan peledak terjadi sekitar pukul 05.15 WIB. Tim kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan sejumlah barang bukti, termasuk keterangan awal dari beberapa saksi.
Dari hasil identifikasi awal melalui rekaman *CCTV*, tampak dua orang mengendarai sepeda motor mendekati rumah Bustami. Ketika mereka sampai di depan pagar, salah satu dari mereka terlihat melemparkan sesuatu sebelum melarikan diri, diikuti dengan suara ledakan yang menggegerkan sekitar. Fadillah menegaskan bahwa pihaknya masih mencari kepastian mengenai jenis bahan peledak yang digunakan, entah itu granat, *bomb molotov*, atau jenis lainnya. Untuk mendapatkan hasil yang akurat, pihak kepolisian menunggu laporan dari laboratorium forensik.
Di tengah situasi ini, Kautsar, salah satu kerabat Bustami, menyatakan bahwa keluarga dalam keadaan baik-baik saja. Pada saat kejadian, Bustami berada di luar rumah sementara hanya istri, anak-anak, dan mertua yang ada di dalam. Kautsar yang tidur di lantai dua saat ledakan mengaku sangat terkejut dengan suara yang keras tersebut, yang bahkan sampai membuat telinganya terasa terdengar nyaring. Ia segera memeriksa kondisi setelah kejadian dan menemukan beberapa pot bunga berserakan serta bekas kebakaran di dinding beton.
Kautsar mengungkapkan bahwa suara ledakan itu terdengar menjelang waktu azan shalat subuh. Awalnya, ia mengira bahwa suara tersebut berasal dari trafo listrik yang meledak. Setelah peristiwa tersebut, Kautsar melaporkan insiden ini kepada Polresta Banda Aceh untuk ditindaklanjuti. Situasi ini tentunya menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang, mengingat keamanan dalam proses Pilkada adalah hal yang sangat vital.
ANTARA
Tim Gabungan Polisi Selidiki Pelemparan Bahan Peledak di Banda Aceh
Bagikan:

BANDA ACEH –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Komentar (0)
Memuat komentar…







