**Borneonews - Beijing**, Duta Besar Republik Indonesia untuk China dan Mongolia, Djauhari Oratmangun, menekankan pentingnya peran media dari kedua negara dalam memperkuat hubungan bilateral melalui pendekatan masyarakat. Hal ini diungkapkan setelah Djauhari menghadiri pembukaan Forum Media China-Indonesia yang kedua di Beijing pada hari Senin.
Menurut Djauhari, media Indonesia dan China memiliki kesempatan luas untuk meningkatkan saling pengertian terhadap budaya masing-masing. "Pengertian tentang budaya, cara berpikir, dan nilai-nilai dari kedua bangsa akan mendukung pilar penting dalam hubungan sosial budaya serta interaksi masyarakat antara Indonesia dan China," paparnya.
Ia juga menambahkan bahwa kerja sama yang positif antara masyarakat kedua negara akan mendorong kontribusi yang signifikan dalam pengambilan keputusan terkait kebijakan kerja sama bilateral. Hal ini menjadi penting baik untuk sektor politik dan keamanan, maupun untuk pembangunan dan aspek ekonomi.
Dubes Djauhari mengajak media dari kedua negara untuk lebih intensif dalam kolaborasi berita dan pembuatan konten jurnalistik. Ia menyarankan agar jurnalis dari Indonesia dan China saling mengundang untuk meliput sisi-sisi positif dari negara masing-masing. "Kita juga perlu membawa media-media asal China ke Indonesia agar mereka lebih memahami dan mengenali karakter Indonesia dan dapat menghasilkan tulisan yang menarik tentang negara kita," ujarnya.
Pentingnya kolaborasi ini semakin terasa dengan adanya peralihan pemerintahan di Indonesia yang dijadwalkan terjadi pada bulan Oktober mendatang, di mana pemahaman mendalam mengenai kedua negara akan menjadi kunci dalam menjalani hubungan yang lebih baik ke depan.
Djauhari juga mengakui bahwa meski terdapat perbedaan ekosistem media antara kedua negara, forum tersebut merupakan kesempatan baik untuk berbagi pengalaman, belajar, dan mendiskusikan solusi atas tantangan yang sama dalam industri media. Dalam konteks perkembangan digital yang menjadi tantangan besar saat ini, media China telah menunjukkan daya tangguh yang luar biasa dalam navigasi di tengah disrupsi digital.
Lebih jauh, Djauhari menyatakan bahwa dialog dan kerja sama antara jurnalis dari Indonesia dan China akan membantu memastikan bahwa informasi mengenai masing-masing negara disajikan secara akurat dan dapat diverifikasi, sehingga mengurangi kemungkinan bias informasi.
Forum Media China-Indonesia kali ini merupakan yang kedua setelah penyelenggaraan pertama yang berlangsung di Jakarta pada bulan November 2023. Acara ini dihadiri oleh sembilan pemimpin redaksi media Tanah Air termasuk LKBN Antara, Kompas, Kumparan, Republika, RCTI, Net TV, Merdeka.com, Katadata, dan The Jakarta Post.
ANTARA
Kerja Sama Media Indonesia-China Perkuat Hubungan Bilateral
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Komentar (0)
Memuat komentar…







