BANGKA BELITUNG –
**Borneonews - Pangkalpinang**, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatatkan inflasi tahunan sebesar 1,02 persen pada bulan Agustus 2024. Hal ini tercermin dari kenaikan indeks harga konsumen (IHK) yang mencapai 103,78, dibandingkan dengan angka 102,73 pada bulan yang sama di tahun sebelumnya. Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Toto Haryanto Silitonga, menginformasikan bahwa untuk tingkat inflasi bulan ini secara bulanan, terjadi kenaikan sebesar 0,23 persen. Penyebab utama dari inflasi tahunan tersebut berasal dari peningkatan harga pada beberapa kelompok pengeluaran. Di antaranya, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami kenaikan indeks sebesar 1,57 persen; kelompok pakaian dan alas kaki naik sebesar 1,71 persen; serta kelompok kesehatan dan transportasi yang masing-masing naik sebesar 0,36 persen dan 0,99 persen. Peningkatan juga terlihat pada sektor rekreasi, olahraga, dan budaya yang mencapai 0,55 persen, serta pendidikan yang mengalami kenaikan sebesar 1,94 persen. Selain itu, kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran meningkat sebesar 1,53 persen, dan kelompok perawatan pribadi serta jasa lainnya yang naik sebesar 1,42 persen. Namun, di tengah kenaikan tersebut, beberapa kelompok pengeluaran menunjukkan tren deflasi. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga turun sebesar 0,26 persen, sementara perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga mengalami penurunan indeks sebesar 0,31 persen. Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan juga mengalami deflasi sebesar 0,18 persen. Toto menjelaskan bahwa komoditas yang memberikan kontribusi signifikan terhadap inflasi meliputi beras, *sikaret kretek mesin*, emas perhiasan, kopi bubuk, cabai rawit, tahu mentah, gula pasir, *sikaret kretek tangan*, jeruk, tempe, minyak goreng, dan *sikaret putih mesin*. Di sisi lain, beberapa komoditas yang berkontribusi terhadap inflasi pada tahun ini juga meliputi sepeda motor, nasi dengan lauk, baju anak stelan, kacang panjang, angkutan udara, nanas, kentang, dan martabak. Sementara itu, komoditas yang berkontribusi pada deflasi, antara lain ikan kembung, ikan kerisi, sawi hijau, ikan tongkol, telur ayam ras, bayam, ikan selar, kangkung, bawang merah, bahan bakar rumah tangga, ikan singkur, ikan ekor kuning, tomat, cumi-cumi, ikan bulat, sabun deterjen bubuk, shampoo, sawi putih, daging sapi, dan spring bed. Kondisi ini menggambarkan dinamika ekonomi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang patut dicermati. ANTARA