BORNEONEWS, Palangka Raya - Perombakan ‘kabinet’ yang warisan mantan Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustin Teras Narang dan Wakil Gubernur Achmad Diran belum ada kepastian. Kabinet yang ada dipandang masih mampu melaksanakan kinerja pemerintahan.
“Kabinet belum ada pergantian. Orang yang bisa mempertahankan kepala SKPD dalam keragaman, tidak membedakan suku dan agama. Bhineka Tunggal Ika tetap menjadi landasan kita dalam bekerja. Tidak boleh terjadi hal-hal yang bertentangan dengan kondisi itu,” kata Gubernur Kalteng Sugianto Sabran kepada awak media, Kamis (14/7/2016).
Sugianto Sabran sepertinya lebih mantap untuk mempertahankan kabinet yang ada tanpa harus melakukan perombakan. Kinerja merupakan landasan utama dalam menunjang pelaksanaan visi dan misi pemerintahan saat ini. Selanjutnya loyalitas dengan pimpinan dalam hal ini gubernur sebagai patokannya menjadi syarat mutlak. Kompoisisi kepala SKPD yang ada di Pemprov saat ini, sepertinya Srikandi juga harus punya posisi memimpin pada masing-masing SKPD dan biro.
Paling penting lagi tambah Sugianto Sabran, Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Kalteng pada tahun anggaran 2015 harus tetap dipertahankan dengan baik. WTP tambah Sugianto Sabran tentunya harus bisa dijaga meskipun hal itu bukan tujuan pembangunan.
Semua hanyalah masalah administrasi dan keuangan yang ada di masing-masing SKPD. “Pesan WTP dipertahankan tetapi ini bukan tujuan pembangunan. Itu hanya masalah keuangan. Yang terpenting dari semua itu, bagaimana memberantas kemiskinan. Untuk itu, makanya kita harus ciptakan lapangan kerja melalui pemantapan tata ruang Kalteng,” kata Sugianto Sabran.(INGKIT DJAPER/m)








