BENGKULU –
**Borneonews - Mukomuko**, Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, yang terletak di Provinsi Bengkulu, telah mengumumkan bahwa dua kelompok tani di daerah ini telah menerima bantuan irigasi dalam bentuk pompa dan sistem perpipaan dari Pemerintah Pusat. Kelompok tani yang memperoleh bantuan tersebut terdiri dari satu kelompok yang berada di Kecamatan Malin Deman dan yang lainnya di Kecamatan Selagan Raya. Dodi Hardiansyah, selaku Subkoordinator untuk Saprodi, Alsintan, dan Pembiayaan Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, menjelaskan bahwa mereka telah mengirimkan semua dokumen persyaratan yang diperlukan untuk kedua kelompok tani tersebut kepada Kementerian Pertanian. Hal ini bertujuan untuk memproses pencairan dana yang akan digunakan untuk pengembangan irigasi perpipaan di kedua lokasi tersebut. Setiap kelompok tani akan mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp100 juta dari pemerintah pusat. Anggaran ini diperuntukkan bagi pembangunan irigasi pompa atau perpipaan. Dari total anggaran yang diterima, sekitar Rp94 juta akan dialokasikan untuk pembangunan fisik, termasuk pembelian pipa serta pembuatan pintu air. Sementara itu, sebesar Rp6 juta direncanakan untuk persiapan lain seperti perencanaan, operasional, dan instalasi. Lebih lanjut, Dodi menyebutkan bahwa panjang pipa yang direncanakan untuk dibangun dari pintu pembagian air irigasi menuju areal persawahan diperkirakan mencapai satu kilometer di setiap lokasi. Dodi juga mengungkapkan bahwa pembangunan irigasi pompa atau sistem perpipaan di kedua lokasi tersebut akan dimulai sekitar bulan September tahun 2024. Salah satu kelompok tani di Kecamatan Malin Deman telah memiliki sumber air dari sebuah air terjun yang terletak di Desa Talang Baru. Sumber air ini dinilai cukup besar dan potensial untuk mengairi lahan persawahan yang ada. Saat ini, pembangunan irigasi perpipaan difokuskan pada Desa Talang Baru, dengan tujuan memanfaatkan sumber air tersebut. Akan tetapi, pengadaan pipa menjadi sangat penting untuk menyalurkan air ke lahan sawah, mengingat bahwa sebagian besar saluran tersier di area tersebut masih berupa tanah. ANTARA