**Borneonews - Nusa Dua, Bali**, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melaksanakan pertemuan bilateral dengan Presiden Liberia, Joseph Nyuma Boakai, untuk membahas kerja sama di tiga sektor utama. Pertemuan ini diadakan dalam konteks acara *High-Level Forum on Multi-Stakeholder Partnerships* (HLF MSP) dan *Indonesia-Africa Forum* (IAF) yang kedua di Nusa Dua, Bali, pada hari Senin.
Pertemuan antara Jokowi dan Boakai bukan sekadar pertemuan biasa; ini melambangkan tonggak penting dalam hubungan bilateral yang telah terjalin cukup lama, hampir selama enam dekade antara Indonesia dan Liberia. Dalam pembukaannya, Presiden Jokowi menyampaikan ucapan selamat datang kepada Presiden Boakai dan memberikan apresiasi atas kehadiran beliau. Jokowi menekankan bahwa hubungan antara kedua negara telah berlangsung dengan baik selama hampir 60 tahun dan menyatakan keyakinannya bahwa masih banyak potensi yang dapat dikembangkan di masa depan.
"Selamat datang di Indonesia, dan terima kasih atas kehadiran Yang Mulia. Hubungan bilateral antara Indonesia dan Liberia telah berlangsung dengan baik selama hampir enam dekade dan saya yakin masih banyak potensi yang dapat kita kembangkan bersama," ungkap Jokowi, sebagaimana tertuang dalam keterangan resmi dari Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden yang diterima di Jakarta.
Presiden Jokowi kemudian menyoroti tiga sektor utama yang dapat menjadi fokus kerjasama antara Indonesia dan Liberia. Pertama adalah kerja sama di sektor kelapa sawit, yang saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan. Di antaranya adalah kampanye negatif di dunia Barat dan regulasi diskriminatif dari Uni Eropa yang dikenal dengan sebutan *European Union Deforestation Regulation* (EUDR). Jokowi menegaskan bahwa Indonesia akan terus berupaya melawan kampanye negatif tersebut dan berharap Liberia dapat memberikan dukungan yang berarti. Indonesia juga menyatakan kesiapannya untuk membantu peningkatan kapasitas di negara-negara Afrika, termasuk Liberia.
Kedua, kerja sama dalam bidang infrastruktur menempati posisi penting dalam diskusi tersebut. Jokowi menjelaskan bahwa Indonesia memiliki banyak perusahaan yang berpengalaman dalam pembangunan infrastruktur dan siap untuk bekerja sama dengan Liberia dalam mendukung pembangunan infrastruktur di negara tersebut.
Ketiga, presiden mengungkapkan komitmen Indonesia untuk memperkuat kolaborasi dalam pembangunan, termasuk melalui program yang dirancang khusus sesuai dengan kebutuhan Liberia. Ini mencakup dukungan teknis, pemberian beasiswa, serta pelatihan vokasional yang ditujukan untuk meningkatkan keterampilan sumber daya manusia di Liberia.
"Semua bentuk dukungan ini siap diberikan untuk mendukung pembangunan di Liberia," jelas Jokowi.
Diharapkan, pertemuan bilateral ini mampu mempererat hubungan antara Indonesia dan Liberia, serta membuka peluang kerja sama baru yang saling menguntungkan, terutama dalam bidang-bidang strategis yang telah dijadikan fokus pembicaraan. Kedua kepala negara menegaskan komitmen mereka untuk terus mendukung dan bekerjasama demi kemajuan yang lebih baik di masa depan.
Dalam kesempatan ini, Presiden Jokowi didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan; Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi; Menteri Investasi yang juga Kepala BKPM, Rosan Roeslani; serta Menteri Sekretaris Negara, Pratikno.
ANTARA
Jokowi dan Presiden Liberia Bahas Kerja Sama di Tiga Sektor utama
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Ribuan Pesepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD RI
Trae Young Targetkan Wizards Bersaing ke playoff NBA
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
TNI-Polri Kedepankan Pendekatan Dialogis dalam Mengamankan Dogiyai
Komentar (0)
Memuat komentar…







