**Borneonews - Badung** Beberapa delegasi dari negara-negara Afrika hadir dalam pembukaan Forum Tingkat Tinggi tentang Kemitraan Multi-Pemangku Kepentingan (HLF-MSP) dan Forum Indonesia-Afrika ke-2 (IAF) yang diselenggarakan di Badung, Bali, pada hari Senin, 9 September.
Delegasi tersebut terlihat berpartisipasi dalam upacara pembukaan HLF-MSP dan IAF ke-2 yang berlangsung di Hotel Mulia, Badung, Bali, sekitar pukul 08.30 hingga 09.00 waktu setempat. Mereka disambut oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.
Upacara pembukaan HLF-MSP dan IAF ke-2 resmi dibuka oleh Presiden Jokowi pada pukul 09.00 waktu setempat.
Delegasi yang hadir terdiri dari Presiden Republik Liberia, Joseph Nyuma Boakai; Presiden Republik Rwanda, Paul Kagame; Presiden Republik Ghana, Nana Akufo-Addo; serta Perdana Menteri Kerajaan Eswatini, Russell Mmiso Dlamini. Selain itu, juga turut hadir Perdana Menteri Timor-Leste, Xanana Gusmao; Presiden Zanzibar, Hussein Ali Mwinyi; dan Wakil Presiden Republik Zimbabwe, K.C.D. Mohadi.
Tidak hanya delegasi dari negara-negara Afrika, acara ini juga dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, dan Wakil Menteri Luar Negeri, Pahala Nugraha Mansury. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional sekaligus Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, beserta sejumlah pejabat terkait lainnya juga hadir dalam pertemuan tersebut.
Hadirnya delegasi tersebut merupakan bagian dari Sesi Pimpinan Bersama yang menyongsong pembukaan HLF-MSP dan IAF ke-2. Acara ini berlangsung dari tanggal 1 hingga 3 September 2024 di Badung, Bali, dengan tujuan utama untuk meningkatkan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan negara-negara Afrika.
Mengusung tema *"Semangat Bandung untuk Agenda 2063 Afrika,"* forum ini diharapkan dapat menjadi pijakan dalam membangun kemitraan yang lebih kokoh antara Indonesia dan negara-negara Afrika di masa mendatang.
Forum ini akan memprioritaskan kerja sama dalam berbagai bidang, termasuk transformasi ekonomi, energi, pertambangan, ketahanan pangan, kesehatan, dan pembangunan.
Hasil konkret yang diharapkan dari forum ini termasuk kesepakatan antara pemerintah (G-to-G), antara pemerintah dan bisnis (G-to-B), serta antar pelaku bisnis (B-to-B), selain itu juga akan disusun Grand Design untuk pembangunan Indonesia dengan Afrika, termasuk dengan negara ketiga melalui kerja sama segitiga.
ANTARA
Delegasi Afrika Hadiri Forum Tingkat Tinggi di Badung, Bali
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Polres Bartim Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan Lewat Green Policing di Pasar
Fredy Setiawan Raih Perak Para Bulu Tangkis, Akui Kurang Puas
Kholidin/Noviera Melaju ke Final para Panahan Asian Para Games 2026
Gempa Tibet Tewaskan 16 Orang, 54 Lainnya Terluka
DPRD Kotim Dorong Anggaran Rp3,3 M untuk Laboratorium Lingkungan demi Optimalkan PAD
Leli/Osrita Raih Perunggu para Tenis Meja Ganda Putri WD10
Komentar (0)
Memuat komentar…







