BANDUNG –
**Borneonews - Cirebon**, Rumah Sakit Umum Daerah Gunung Jati yang terletak di Kota Cirebon, Jawa Barat, telah menyiapkan fasilitas khusus untuk menangani penyakit *Mpox*, meskipun hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kasus penularan di wilayah tersebut. Langkah ini diambil untuk memastikan kesiapan dalam menghadapi kemungkinan yang tidak diinginkan. Direktur Utama RSUD Gunung Jati, dr. Katibi, menyatakan bahwa rumah sakit tersebut telah mempersiapkan berbagai fasilitas serta tim medis yang diperlukan untuk menghadapi pasien yang mungkin terjangkit *Mpox*. "Kami telah menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan jika ada pasien positif," ungkapnya. Saat ini, RSUD Gunung Jati dilengkapi dengan enam unit ruang isolasi yang memang dirancang khusus untuk merawat pasien dengan penyakit menular, termasuk infeksi yang memerlukan perawatan terpisah dari pasien lainnya. Katibi menjelaskan bahwa ruang isolasi tersebut telah dilengkapi dengan area yang sesuai untuk menjaga keamanan serta kesehatan pasien. Lebih lanjut, Katibi menegaskan bahwa meskipun RSUD Gunung Jati belum secara resmi ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan khusus untuk *Mpox*, rumah sakit ini sudah memiliki pengalaman dalam menangani berbagai jenis infeksi lainnya, termasuk pasien COVID-19. "Kami sudah menjadi tempat rujukan untuk krisis darurat," tambahnya. Selain itu, rumah sakit ini didukung oleh 143 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, serta berbagai tenaga medis lainnya. Katibi menyatakan bahwa seluruh staf medis telah mendapatkan pelatihan yang memadai dan siap untuk memberikan pelayanan yang cepat, tepat, serta efektif kepada pasien yang membutuhkan. Selaras dengan komitmen untuk mendukung upaya pemerintah dalam menjaga kesehatan masyarakat, Katibi menekankan pentingnya menjaga pola hidup bersih dan sehat di kalangan masyarakat Cirebon. Ia juga mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi penyebaran *Mpox*. "Seluruh tenaga medis kami siap dan selalu tersedia untuk memberikan pelayanan yang optimal," tutupnya, menunjukkan dedikasi dalam upaya menjaga kesehatan publik serta mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi di masa mendatang. ANTARA