JAKARTA –
**Borneonews - Nusa Dua, Bali**, Indonesia dan Ghana telah sepakat untuk memperkuat hubungan bilateral yang telah berlangsung selama 65 tahun. Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan antara Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, dan Presiden Ghana, Nana Addo Dankwa Akufo-Addo. Pertemuan tersebut berlangsung di sela-sela kegiatan Indonesia-Africa Forum Ke-2 2024 yang diadakan di Nusa Dua, Bali, pada hari Senin. Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengucapkan selamat datang kepada Presiden Akufo-Addo dan menyampaikan rasa terima kasih atas kehadirannya. Ia menekankan pentingnya untuk terus memperkuat kerjasama antara kedua negara, khususnya dalam tiga sektor utama. Sektor pertama yang disoroti oleh Presiden Jokowi adalah bidang kesehatan. Presiden berharap adanya kolaborasi antara perusahaan farmasi Indonesia, Bio Farma, dan Atlantic Lab Science dari Ghana dapat mempercepat produksi vaksin lokal di negara tersebut. Dengan demikian, program vaksinasi di Ghana dan negara-negara Afrika lainnya akan semakin didorong dan ditingkatkan efektivitasnya. Selanjutnya, Presiden Jokowi meminta dukungan dari Presiden Akufo-Addo untuk penandatanganan nota kesepahaman (*Memorandum of Understanding*, MoU) mengenai pengawasan pangan dan obat-obatan antara otoritas pengawas kedua negara. MoU ini diharapkan dapat mengokohkan sinergi di sektor farmasi antara Indonesia dan Ghana. Sektor kedua yang diusulkan adalah kerja sama di bidang energi, khususnya dalam eksplorasi minyak dan gas. Presiden Jokowi menyampaikan pentingnya menjajaki kemungkinan kerja sama dalam pembangunan kilang minyak di Ghana yang akan melibatkan partisipasi Indonesia. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah dan memenuhi kebutuhan energi di Ghana. Kemudian, di sektor ketiga, Presiden Jokowi menekankan pentingnya kolaborasi dalam pembangunan. Secara khusus, ia menyatakan bahwa Indonesia siap untuk bekerja sama dengan Ghana dalam program-program yang sesuai dengan kebutuhan negara tersebut. Ini termasuk dukungan teknis, pemberian beasiswa, dan pelatihan vokasional melalui mekanisme bantuan Indonesia (*Indonesia Aid*). Presiden Akufo-Addo menyampaikan rasa terima kasihnya atas sambutan hangat yang diterima dari Indonesia. Ia juga menggarisbawahi bahwa hubungan antara Ghana dan Indonesia adalah hubungan yang bersifat historis. Presiden Ghana mengapresiasi upaya untuk melanjutkan dan memperkuat hubungan bilateral, termasuk kerja sama yang telah dilakukan oleh banyak perusahaan dari kedua negara. Akufo-Addo menegaskan bahwa Ghana bertekad untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam memproduksi vaksin, dan bantuan serta kolaborasi yang diterima dari perusahaan-perusahaan Indonesia sangat berarti bagi upaya tersebut. ANTARA