JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Panitia Khusus Hak Angket Penyelenggaraan Haji 2024 di DPR RI melaksanakan rapat tertutup di Kompleks Parlemen Jakarta pada hari Senin. Rapat ini bertujuan untuk mendorong keterbukaan dari para saksi yang dihadirkan oleh pihak travel atau Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Wisnu Wijaya, Juru Bicara Pansus Angket Haji DPR RI, menjelaskan bahwa keberadaan para saksi yang dibawa oleh travel haji khusus menyangkut isu relasi kuasa dalam konteks penyelenggaraan haji. Menurut Wisnu, rapat yang dilakukan secara tertutup ini bertujuan agar para saksi merasa lebih nyaman secara psikis. Hal ini penting agar mereka dapat memberikan keterangan yang lugas dan sebenar-benarnya. Penting untuk dicatat bahwa para saksi ini bukanlah pembuat kebijakan, melainkan pelaksana dari kebijakan tersebut. Meskipun demikian, posisi mereka menjadi sangat signifikan sebagai saksi kunci, terutama terkait dampak yang mereka rasakan akibat kebijakan pengalihan kuota haji tambahan. Keterangan yang disampaikan oleh para saksi ini sangat krusial untuk memverifikasi berbagai dokumen dan informasi yang sebelumnya telah diberikan oleh saksi-saksi lainnya, terutama yang berasal dari unsur Kementerian Agama. Dalam proses ini, Pansus Angket Haji berupaya untuk memastikan akurasi informasi. Lebih lanjut, Wisnu menyampaikan bahwa pelaksanaan rapat secara tertutup juga dilakukan mengingat adanya tekanan yang diduga dialami oleh para saksi, yang berpotensi memengaruhi kelanjutan proses penyelidikan. Dalam dua minggu terakhir, muncul laporan mengenai adanya tekanan-tekanan terhadap saksi-saksi tersebut. Dengan kondisi ini, ada kemungkinan para saksi akan merasa lebih bebas untuk mengungkapkan nama-nama pihak yang terlibat dalam potensi penyalahgunaan kuota haji tambahan, berdasarkan sudut pandang mereka sebagai pelaksana kebijakan. Hingga saat ini, sudah terdapat empat orang saksi yang hadir dari pihak travel atau PIHK. Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang melibatkan para saksi tersebut dijadwalkan berlangsung hingga pukul 19.00 WIB. ANTARA