BORNEONEWS, Palangka Raya - Rapat lima orang tim formatur pemilihan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (DPW PAN) Kalimantan Tengah di Palangka Raya, Kamis (14/7/2016) berakhir deadlock alias buntu.
“Rapat kita tim fomatur tidak berhasil memilik ketua, rapat berakhir deadclok, sehingga untuk menentukan siapa yang menjadi ketua kita serahkan ke DPP,” ungkap seorang anggota tim formatur yang juga calon ketua DPW PAN Kalteng Ade Supriyadi, via telepon, Kamis (14/7/2016).
Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah ini juga mengungkapkan, dari tiga kader PAN yang ada yakni dirinya dan juga Mahbub Indra Pratama dan Arif Rinco Norkim, tidak ada masalah siapapun yang bakal jadi ketua. Namun hanya dua calon yang sama-sama ngotot tidak mau mengalah.
“Dua-duanya, baik Habib Said Ismail (yang saat ini Wakil Gubernur Kalteng.red) dan H Darwan Ali (Mantan Bupati Seruyan.red) tidak mau mengalah. Mereka sama-sama ingin jadi ketua, jadi tidak bisa diputuskan. Penentuan ketua diserahkan ke DPP,” ungkapnya.
Demikian halnya dengan susunan kepengurusan, baik wakil ketua, sekretaris maupun anggota, menurut dia, juga tidak berhasil ditetapkan karena rapat fokus pada pemilihan ketua DPW PAN Kalteng.
“Susunan jajaran pengurus juga belum sempat diputuskan, karena pemilihan ketua juga belum ada kesepakatan lima anggota tim formatur,” katanya.
Seperti yang disampaikan sebelumnnya bahwa pemilihan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (DPW PAN) Kalteng dilakukan oleh lima anggota tim formatur yang sudah ditetapkan sebelumnya.
Lima tim formatur tersebut adalah H Ade Supriadi, H Darwan Ali, Habib H Said Ismail, Mahbub Indra Pratama dan Arif Rinco Norkim. (ARIANANTA/m)








