JAKARTA –
**Borneonews - Istanbul**, Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, baru-baru ini melakukan serangkaian komunikasi dengan sejumlah mitra dari negara-negara seperti Turki, Mesir, Yordania, Bahrain, dan Gambia. Percakapan tersebut berlangsung pada hari Minggu dengan tujuan utama untuk menghentikan kekerasan di wilayah Gaza serta memberikan dukungan terhadap hak-hak warga Palestina. Dalam pembicaraan ini, Pangeran Faisal menekankan perlunya meningkatkan perhatian terhadap isu-isu terkini yang berkaitan dengan Palestina. Dia berdiskusi dengan Menlu Turki Hakan Fidan, Menlu Mesir Badr Abdelatty, Menlu Yordania Ayman Safadi, Menlu Bahrain Abdullatif Al Zayani, dan Menlu Gambia Mamadou Tangara untuk mengeksplorasi langkah-langkah konkret yang bisa diambil oleh negara-negara Islam dalam memulihkan hak-hak sah warga Palestina. Upaya diplomatik ini juga berfokus pada penguatan koordinasi antara negara-negara tersebut untuk segera mengakhiri kekerasan dan pelanggaran yang dilakukan oleh Israel. Pangeran Faisal dan rekan-rekannya juga membahas pentingnya pembentukan sebuah negara Palestina yang merdeka, aman, dan stabil, serta bagaimana meningkatkan dukungan dari komunitas Arab-Islam untuk mewujudkan tujuan ini. Sebelumnya, Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, juga berkomunikasi dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan serta Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi. Dalam diskusi tersebut, mereka menggarisbawahi pentingnya memperkuat upaya untuk menghentikan serangan Israel serta mengurangi ketegangan di Gaza dan Tepi Barat. Sejak tanggal 7 Oktober tahun lalu, militer Israel telah memperluas operasinya di Tepi Barat, yang disertai dengan meningkatnya serangan oleh para pemukim Israel. Data dari Kementerian Kesehatan Palestina menunjukkan bahwa serangan tersebut telah mengakibatkan kematian 676 orang Palestina, termasuk 150 anak-anak. Selain itu, lebih dari 5.400 orang terluka dan lebih dari 10.200 orang ditangkap akibat kekerasan ini. ANTARA