BORNEONEWS, Sukamara - Pejabat Bupati Sukamara, Rendy Lesmana mengatakan jumlah luasan yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun ini mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2023 lalu.
Hal tersebut disampaikannya pada apel gelar pasukan dan sarana prasarana (sarpras) dalam rangka Siaga Karhutla yang dilaksanakan di halaman kantor bupati setempat pada Senin, 2 September 2024.
“Berdasarkan laporan penanganan kejadian pada awal bulan September tahun 2023, jumlah luasan terbakar sebesar 217,1 hektar. Dan awal bulan September tahun 2024 sebesar 202,94 hektar,” ucap Rendi Lesaman.
Menurutnya, dari data tersebut maka jumlah penuruan luasan yang terbakar sekitar 6,98 persen. Sehingga dirinya mengajak secara bersama-sama dan bahu-membahu menjaga agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan. Apabila terjadinya kebakaran maka segera lakukan tindakan preventif untuk menanggulangi karhutla.
“Berdasarkan laporan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) kualitas udara pada tanggal 30 Agustus 2024 di stasiun pemantauan Provinsi Kalimantan Tengah sebesar 48 dengan kriteria tingkat kualitas udara yang sangat baik, tidak memberikan efek negatif terhadap manusia hewan dan tumbuhan,” tuturnya.
--page
Dalam kesempatan itu, PJ Bupati Sukamara berterima kasih kepada seluruh take holder terkait, sehingga penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Sukamara sampai dengan bulan September 2024 relatif dapat terkendali, jauh lebih baik dibanding tahun 2023.
Dalam menghadapi puncak kekeringan pada bulan September dan Oktober 2024 di wilayah provinsi Kalimantan Tengah, Kabupaten Sukamara melakukan apel siaga karhutla dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan dan kewargaan dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan. (NORHASANAH/y)









