**Borneonews - Surabaya**, Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur melaporkan penurunan nilai tukar petani (NTP) di daerah tersebut pada bulan Agustus 2024. NTP di Jawa Timur tercatat mencapai angka 111,98, atau mengalami penurunan sebesar 0,40 persen dibandingkan dengan bulan Juli 2024.
Kepala BPS Jawa Timur, Zulkipli, mengungkapkan hal tersebut dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Surabaya. Ia menjelaskan bahwa penurunan ini disebabkan oleh pergeseran indeks harga yang diterima oleh petani, yang mengalami penurunan lebih besar jika dibandingkan dengan indeks harga yang harus dibayar oleh petani.
Dia menyebutkan bahwa indeks harga yang diterima petani adalah sebesar 136,30, yang mengalami penurunan sebesar 0,43 persen. Sementara itu, indeks harga yang dibayarkan petani tercatat pada angka 121,72, dengan penurunan yang lebih kecil yaitu sebesar 0,03 persen.
Zulkipli juga merinci beberapa komoditas yang berkontribusi terhadap penurunan NTP. Di antaranya, harga bawang merah mengalami penurunan signifikan sebesar 14 persen. Selain itu, sapi potong turun 1,8 persen, cabai rawit menurun 3,2 persen, dan telur ayam ras juga turun 2,6 persen.
Dari sisi harga yang dibayarkan petani, beberapa komoditas yang berkontribusi termasuk bawang merah yang turun 16 persen, tomat sayur yang turun 19 persen, daging ayam ras yang mengalami penurunan sebesar 3,13 persen, serta telur ayam ras yang turun 2,17 persen.
Nilai Tukar Petani (NTP) adalah suatu cara untuk membandingkan indeks harga yang diterima oleh petani dengan indeks harga yang mereka bayar. Dengan demikian, NTP menjadi indikator penting dalam memahami tingkat kemampuan atau daya beli petani di kawasan pedesaan.
Lebih lanjut, NTP juga berfungsi untuk mengukur daya tukar antara produk yang dihasilkan oleh petani dan produk-produk yang mereka butuhkan baik untuk produksi maupun untuk konsumsi rumah tangga.
Dari sudut pandang subsektor, subsektor hortikultura mengalami penurunan terbesar, dengan NTPH turun 4,98 persen. Sementara subsektor peternakan juga mengalami penurunan, yaitu NTPT yang turun sebesar 1,81 persen.
Di sisi lain, subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTPR) menunjukkan peningkatan sebesar 1,35 persen, begitu juga dengan subsektor perikanan (NTP-Pi) yang naik 1,13 persen, didorong oleh pertumbuhan subsektor perikanan budidaya.
Selain itu, Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) pada Agustus 2024 tercatat sebesar 115,06 dengan penurunan 0,64 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Penurunan ini terkait dengan berkurangnya indeks harga yang diterima petani sebesar 0,43 persen menjadi 113,3 dan meningkatnya indeks biaya produksi serta barang modal (BPPM) sebesar 0,21 persen menjadi 118,46.
Zulkipli menambahkan bahwa analisis NTUP ini sangat membantu dalam mengevaluasi efektivitas petani dalam melaksanakan kegiatan pertanian mereka.
ANTARA
Nilai Tukar Petani di Jawa Timur Turun 0,4 Persen pada Agustus
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Jadwal Super League: Persib Hadapi Garudayaksa, Derbi Suramadu Warnai Pekan Ketujuh
Komentar (0)
Memuat komentar…







