PALANGKARAYA –
**Borneonews - Palangka Raya**, Pemerintah Kota Palangka Raya di Kalimantan Tengah, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Kabupaten Tabalong dari Provinsi Kalimantan Selatan, telah resmi menjalin kemitraan dalam bidang perdagangan padi serta komoditas pangan lainnya. Kerja sama ini bertujuan utama untuk mengoptimalkan pengendalian inflasi yang terjadi di daerah masing-masing. Arbert Tombak, Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, menjelaskan bahwa kesepakatan ini sudah dikukuhkan melalui penandatanganan nota kesepahaman atau *Memorandum of Understanding* (MoU), serta perjanjian kerja sama (PKS) yang dilakukan saat kunjungan kerja pekan lalu. Ditambahkan oleh Arbert, kerja sama antar daerah ini diharapkan dapat memanfaatkan potensi komoditas yang ada untuk menghadapi tantangan inflasi. Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Hulu Sungai Selatan menawarkan beberapa komoditas seperti padi, palawija, dan hortikultura, serta peluang untuk memasok kebutuhan pangan ke lokasi Ibu Kota Negara (IKN) yang baru. Sementara itu, Kabupaten Tabalong berfokus pada komoditas yang berpotensi memengaruhi inflasi di Kota Palangka Raya. Arbert menyatakan bahwa kerjasama ini akan mengedepankan perdagangan komoditas pangan dan pertanian sebagai langkah strategis untuk menangani dan mengendalikan inflasi serta mendorong instansi terkait agar dapat melakukan koordinasi yang baik. Diharapkan, inisiatif kerjasama antar daerah ini akan memberikan dampak positif yang saling menguntungkan, terutama bagi masyarakat di wilayah masing-masing. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Palangka Raya, pada bulan Juli 2024, tingkat inflasi year on year (y-on-y) di Kota Palangka Raya tercatat sebesar 1,81 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,73. Kenaikan inflasi ini dipicu oleh peningkatan harga di sembilan dari sebelas kelompok pengeluaran. Diantaranya, terdapat kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang naik 3,79 persen, diikuti oleh kelompok pendidikan dengan kenaikan 3,49 persen. Kenaikan juga terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,83 persen serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya yang meningkat sebesar 2,21 persen. Sedangkan kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran mengalami kenaikan harga sebesar 2,00 persen. Namun, kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan harga meliputi kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang tercatat turun 0,51 persen, serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan yang sedikit mengalami penurunan sebesar 0,06 persen. Tingkat deflasi *month to month* (m-to-m) dan inflasi *year to date* (y-to-d) di Kota Palangka Raya pada bulan Juli 2024 masing-masing tercatat sebesar 0,41 persen dan 0,54 persen. Ini menunjukkan dinamika yang cukup kompleks dalam perekonomian daerah, yang perlu terus diantisipasi melalui kolaborasi antar daerah tersebut. ANTARA