**Borneonews - Banjarmasin**, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan (DLH Kalsel) baru-baru ini meluncurkan program inovatif yang dikenal sebagai *One Landscape*. Program ini ditujukan untuk mengelola informasi geospasial yang berkaitan dengan pengelolaan, evaluasi, dan pemanfaatan data mengenai lingkungan hidup.
Kepala DLH Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana, menyatakan bahwa lembaganya telah berhasil mengembangkan simpul jaringan informasi geospasial. Jaringan ini berfungsi untuk manajemen, evaluasi, serta kemanfaatan data, yang mendukung pelaksanaan program *One Landscape* di Kalimantan Selatan.
Dalam perkembangan teknologi digital saat ini, akses informasi menjadi sangat penting. Oleh karena itu, DLH Kalsel berusaha menciptakan terobosan yang efektif dalam pengelolaan lingkungan yang terintegrasi melalui penerapan *One Landscape*. Dengan adanya program ini, tidak hanya data dan informasi tentang lingkungan yang dapat diakses dengan lebih mudah, tetapi juga seluruh pemangku kepentingan dapat terlibat aktif dalam merencanakan dan menyajikan solusi lingkungan yang berkelanjutan untuk masa depan.
Tujuan dari inovasi *One Landscape* adalah untuk menyediakan basis data yang menjadi referensi utama bagi perencanaan dan kajian lingkungan hidup. Hal ini tentunya akan mempermudah pemangku kebijakan dalam membuat keputusan yang berkaitan dengan pembangunan jangka panjang dan pelestarian lingkungan.
Lebih lanjut, Hanifah menjelaskan bahwa *One Landscape* bertujuan untuk memetakan kondisi lingkungan di lima Fokus Utama: lahan, udara, air, keanekaragaman hayati, dan laut, menggunakan sistem informasi geografis yang praktis. Peningkatan akses terhadap informasi ini diharapkan dapat mengajak lebih banyak lagi masyarakat untuk berperan serta dalam upaya pelestarian lingkungan.
Hanifah juga menekankan bahwa tujuan jangka panjang dari *One Landscape* adalah menjadikan data dan informasi yang ada sebagai acuan bagi semua pemangku kebijakan. Ini penting dalam proses perencanaan dan kajian lingkungan hidup yang melibatkan dokumen penting seperti Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH), Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), serta Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL-UPL).
Dalam jangka menengah, diharapkan masyarakat dan pemangku kebijakan dapat dengan mudah mengakses serta mengunduh data dan informasi yang berkaitan dengan lima Fokus Utama yang telah ditentukan. Sedangkan dalam jangka pendek, tujuan yang ingin dicapai adalah membangun sistem informasi berbasis spasial yang efektif dan efisien.
Inovasi ini kali ini juga membawa berkah bagi DLH Kalsel yang telah meraih penghargaan Geospasial Banua Award 2024. Penghargaan ini diberikan oleh Pemerintah Provinsi Kalsel sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota yang aktif dalam mengimplementasikan informasi geospasial.
Penghargaan Geospasial Banua Award tahun 2024 ini merupakan pengakuan terhadap upaya pemerintah daerah dalam membangun dan menyelenggarakan informasi geospasial. Ini sekaligus mendukung sistem data pembangunan yang berkualitas dan terintegrasi di Kalimantan Selatan, serta sejalan dengan Kebijakan Satu Peta dan Satu Data Indonesia.
ANTARA
DLH Kalsel Luncurkan Program One Landscape untuk Pengelolaan Lingkungan
Bagikan:

BANJARMASIN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







