**Borneonews - Jakarta**, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa Indonesia berhasil mengendalikan tingkat utangnya di tengah ketidakpastian global dan meningkatnya ketegangan geopolitik. Pada akhir Juli 2024, rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia tercatat sebesar 36,68 persen, mengalami penurunan dibandingkan dengan 39,21 persen yang tercatat pada tahun sebelumnya.
Dalam pernyataannya, beliau membandingkan situasi Indonesia dengan negara-negara maju lainnya, di mana rasio utang terhadap PDB telah meningkat signifikan, dari rata-rata 70 persen menjadi 112 persen setelah dampak pandemi COVID-19. Sementara itu, negara berkembang juga mengalami kenaikan, dari rata-rata 47 persen menjadi 71 persen.
Dalam pertemuannya dengan Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Jakarta, Sri Mulyani menggarisbawahi bahwa jika melihat dari perspektif tersebut, Indonesia masih dalam posisi yang aman terkait pengelolaan utang. Beliau menjelaskan bahwa peningkatan utang di berbagai negara disebabkan oleh dampak berkepanjangan dari pandemi serta konflik bersenjata yang sedang berlangsung, yang membatasi pilihan fiskal dan moneter pemerintah.
Mengamati kondisi global saat ini, Menteri Keuangan menyoroti bahwa tidak ada tanda-tanda perbaikan yang akan muncul. Sebaliknya, situasi dunia menjadi semakin mencemaskan karena ketegangan geopolitik yang meningkat dan konflik yang berkepanjangan. "Kita sedang menyaksikan konvergensi antara Amerika Serikat dan China yang menyebabkan dunia terfragmentasi. Persaingan antara kedua negara ini telah mendorong praktik proteksionisme, yang pada akhirnya merugikan ekonomi global," ujarnya.
Sri Mulyani juga mengungkapkan bahwa konflik yang sedang berlangsung menyebabkan lonjakan suku bunga global serta harga komoditas. Perang yang terjadi cenderung mengganggu rantai pasokan, yang berimplikasi pada keadaan ekonomi dunia.
Perkembangan-pembangun negatif tersebut telah berkontribusi pada perlambatan ekonomi secara global. Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan bahwa laju pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini akan terjebak di level 3,2 persen sebelum mengalami sedikit peningkatan menjadi 3,3 persen pada tahun 2025.
ANTARA
Indonesia Kendalikan Utang di Tengah Ketidakpastian Global
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Razia Narkoba, 32 Sopir Angkutan Batubara di Barito Timur Jalani Tes Urine
Ganda Putri Isyana/Rinjani Sabet Gelar Juara Indonesia Masters
Arema FC Libas Dewa United 4 Gol Tanpa Balas
Veda Ega Alihkan Fokus ke GP Malaysia Usai GP Australia Batal
Shin Tae-yong Tekankan Pembinaan Usia Dini untuk Majukan Sepak Bola
Madura United Bidik 3 Poin saat Hadapi Persebaya
Komentar (0)
Memuat komentar…







