BORNEONEWS, Palangka Raya - Secara tahunan atau year on year, Kalimantan Tengah mengalami inflasi pada Agustus 2024. Namun, secara bulanan atau month to month, Kalteng justru mengalami deflasi yang cukup dalam.
"Pada Agustus 2024 terjadi inflasi y-on-y Provinsi Kalimantan Tengah sebesar 1,29 persen dengan Indeks Harga Konsumen atau IHK sebesar 105,53. Sementara secara m-to-m tingkat deflasi Provinsi Kalimantan Tengah pada Agustus 2024 sebesar 0,39 persen dan tingkat deflasi year-to-date atau tahun kalender Agustus 2024 sebesar 0,02 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti menyampaikan berita resmi statistik pada Senin, 2 September 2024.
Inflasi tertinggi pada Agustus 2024 secara tahunan menurut Agnes terjadi di Kabupaten Sukamara yakni sebesar 1,80 persen dengan IHK sebesar 107,30 dan terendah yakni di Kabupaten Kapuas sebesar 0,51 persen dengan IHK sebesar 105,69.
"Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran," jelas Agnes lagi.
Kelompok pengeluaran ini, lanjut Agnes, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,57 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,46 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,76 persen, kelompok kesehatan sebesar 1,57 persen, kelompok transportasi sebesar 0,83 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,03 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,25 persen, kelompok pendidikan sebesar 3,34 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,01 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,02 persen.
--page
"Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,42 persen," katanya lagi.(TESTI PRISCILLA/Y)









