JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta Selatan**, Rumah Sakit Medistra di Jakarta Selatan kini aktif melakukan pengawasan terhadap proses rekrutmen setelah terjadi kontroversi mengenai pelamar tenaga kesehatan yang dilarang mengenakan hijab. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya evaluasi dan peningkatan kualitas pelayanan yang lebih baik di institusi mereka. Direktur RS Medistra, Agung Budisatria, mengungkapkan bahwa pihaknya akan menerapkan kontrol yang lebih ketat dalam setiap tahapan rekrutmen serta dalam komunikasi internal. Hal ini disampaikannya dalam sebuah keterangan di Jakarta, pada hari Senin. Agung juga menyampaikan permohonan maaf yang tulus atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat masalah tersebut. Permintaan maaf ini merujuk pada dugaan diskriminasi yang dialami oleh seorang pelamar yang merupakan tenaga kesehatan dalam proses seleksi karyawan. Saat ini, manajemen rumah sakit sedang menangani masalah ini dengan serius. Agung menegaskan bahwa Rumah Sakit Medistra berkomitmen untuk bersikap inklusif dan terbuka bagi siapa saja yang berminat untuk bergabung dalam misi mereka menyediakan layanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat. Dengan demikian, RS Medistra berharap agar semua pihak dapat memahami dan menerima pesan yang ingin mereka sampaikan. Sebelumnya, rumah sakit ini sempat menjadi sorotan publik setelah dilaporkan adanya pembatasan bagi pegawai yang mengenakan hijab. Masalah ini terungkap melalui sebuah surat yang ditulis oleh seorang dokter bernama Diani Kartini kepada manajemen rumah sakit. Surat tersebut menjadi viral di media sosial pada Kamis, 29 Agustus, dan menimbulkan perdebatan yang cukup hangat di masyarakat. ANTARA